Teroris Peledak Bom Panci di Kelurahan Arjuna Bandung “Tewas” Ditembak Polisi

JABAR, FAKTABANDUNGRAYA.COM – Masyarakat seputar lapangan Kresna jalan Pendawa Kelurahan Arjuna Kecamatan Cicendo kota Bandung dikejutkan dengan suara ledakan BOM di lapangan Arjuna, sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (27/02). Setelah meakukan peledakan pelaku yang diduga teroris tersebut, melarikan diri masuk ke kantor Keluarahan Arjuna Kecamatan Cicendo.

Ketika itu juga apparat Polsek Cicendo datang ke TKP, tak lama kemudian puluhan polisi bersenjata lengkap (penjang dan pistol) dipimpin Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo dari Polrestabes dan Polda Jabar mengepung kantor kelurahan Arjuna, Cicendo.

Polisi meminta pelaku untuk menyerahkan diri tapi tidak digubris, sehingga baku tembak tak dapat dihindari. Setelah beberapa kali terdengar tembakan, akhirnya pelaku berhasil dilumpuhkan oleh apparat kepolisian dengan beberapa tembakan.

Berdasarkan pemantauan faktabandungrayacom di lokasi kejadian, Polda Jabar menurunkan sedikitnya dua regu termasuk tim Jihandak dari Brimob Polda Jabar.


Menurut Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan, bahwa pelaku diduga teroris ini meledakan bom jenis panci yang tergolong dalam jenis low explosive.

Dalam penggerebekan tersebut, Kapolda minta agar pelaku ditangkap hidup-hidup, berbagai upaya negoisasi telah dilakukan oleh apparat kepolisian namun pelaku tidak mau menyerah. Jadi terpaksa dilakukan penembakan. Baku tembakpun tak dapat dihendari dan akhirnya peluka berhasil dilumpuhkan dengan beberapa tembakan dan tewas ditempat.

“Alhamdulillah akhirnya setelah sekian lama, kita berhasil melumpuhkan pelaku teroris tersebut. Untuk saat ini kita belum tahu siapa nama pelaku dan apa tujuannya melakukan peledakan bom tersebut, tandas, tandasnya, (husein).

Kata Bijak faktabandungraya

Jika kau merasa besar periksalah hatimu mungkin ia sedang bengkak. Jika kau merasa suci periksalah jiwamu mungkin putihnya nanah dari luka nurani. Jika kau merasa wangi periksalah ikhlasmu mungkin ada asap dari amal shalih mu yang hangus terbakar riya.
    Google Plus Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar