Bandung Implemtasikan Bela Negara Dalam Jaga Lembur


Diskusi Implemtasi Bela Negara dlm konsep Jaba Lembur

BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA.COM,-- Dalam Undang-undang Dasar 1945 pasal 30 dan Undang-undang No 3 tahun 2002 tentang pertahanan negara, terutama pasal 9 bahwa kewajiban warga negara berhak untuk ikut dalam Bela Negara. Untuk itu, konsep Jaga Lembur merupakan perwujudan dari implentasi undang-undang karena Jaga Lembur yang dilaksanakan di Kota Bandung mengandung unsur kearifan local berbasis budaya.

Menurut Ir.M.Q Iswara, sejarah mencatat dari kota Bandung ini telah banyak melahirkan peristiwa penting, diantaranya KAA tahun 1955, Bandung Spirit dan lainnya. Untuk itu, cukup wajar kalau kota Bandung menjadi ikonnya Nasional karena kondusifitas dan keharmonisan Kota Bandung telah teruji baik secara nasional maupun regional.

Guna menjaga kondusifitas dan keharmonisan kota Bandung, tentunya menjadi kewajiban kita bersama. Untuk itu, melalui Diskusi tematik implentasi bela Negara dalam konsep Jaga Lembur kota Bandung, diharapkan dapat menghasilkan solusi terbaik dalam menjaga kota Bandung yang kita cintai ini, kata Iswara saat membuka Diskusi Tematik Implentasi Bela Negara, di Hotel Savoy Homann Bandung, Sabtu (29/04).

Iswara berharap, kedepan konsep Jaga Lembur menjadi solusi terbaik bagi warga dalam menjaga kerukunan khususnya menjelang adanya momentum politik 2018 yaitu Pilgub dan Pilpres diharapkan Kta Bandung akan selalu dalam keadaan kondusif.

Acara yang digagas oleh KilatNews Media, diikuti sekitar 200 orang dari LSM, ORMAS, Forum Jaga Lembur, Forum RW se Kota Bndung dengan menghadirkan narasumber. Dr.Yossi Irianto (Ketua Kwarda Pramuka Kota Bandung), Dr. Budi Radjab, sosiolog-antropolog Unpad, Kol. Rully Rahadian perwakilan Kemenhan dari Jawa Barat, Prof. Asep Warlan, Acil Bimbo (Seniman), Ari Mulya Subagja (Budyawan), Aat Suratin (sosiolog).

Prof. Asep Warlan mengatakan, Bela Negara dan Jaga Lembur adalah suatu bentuk pendekatan preventif persuasif dalam ikhwal permasalahan sosial, lingkungan, civil society, yang dikeluarkan pemerintah dalam bentuk kebijakan publik sebagaimana di amanat UU RI.

Dr. Budi Radjab, sosiolog-antropolog Unpad, mengatakan bahwa kearifan lokal yang merupakan hasil dari suatu proses sosial di suatu daerah terbukti merupakan produk yang secara alami terbentuk di suatu daerah yang telah teruji merupakan sarana survive, adaptasi, solidaritas, juga ketahanan dan keamanan wilayah.

Sedangkan Aat Suratin mengatakan, ketahanan wilayah yang berbasis budaya di masing-masing daerah, secara kolektif merupakan sendi kekuatan ketahanan nasional/bangsa Karena Indonesia memiliki karakteristik pluralis.
Sementara itu, Yossi Irianto (sekda Kota Bndung) selaku Ketua Kwarcab Pramuka Kota Bandung, mengatakan, jiwa kepanduan yang merupakan prinsip dasar pramuka adalah spirit dan modal essensial baik dari konsepsi bela negara dalam konteks nasional maupun jaga lembur dalam konteks lokal.

Untuk itu, Yossi berharap, agar dengan kajian-kajian seperti ini, forum Jaga Lembur terus dapat menjalankan amanat sesuai dengan kemajuan zaman tanpa meninggalkan kearifan lokal tatar sunda yang merupakan basis integritas, primordial, dan solidaritas masyarakat, yang pada akhirnya akan memperkuat Ketahanan Nasional.

Bela negara harus menjadi ruh untuk menjaga lembur yang dikemas dengan pendekatan kearifan local agar Bandung tetap kondusif, ramah dan someah, tandasnya. (sein/edy)

Kata Bijak faktabandungraya

Jika kau merasa besar periksalah hatimu mungkin ia sedang bengkak. Jika kau merasa suci periksalah jiwamu mungkin putihnya nanah dari luka nurani. Jika kau merasa wangi periksalah ikhlasmu mungkin ada asap dari amal shalih mu yang hangus terbakar riya.
    Google Plus Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar