Pencabulan Santriwati Oleh Guru Ngaji Terjadi di Cimahi dan Soreang,

BANDUNG, Faktabandungraya.com,-- Belum hilang ingatan masyarakat atas viralnya Video porno yang melibatkan anak dibawah umur yang terjadi dikota Bandung. Kita masyarakat Bandung Raya dikejutkan kembali dengan kasus perbuatan pelecahan seksual dan pencabulan terhadap santriwati oleh oknum guru ngaji/Ustadz di kota Cimahi dan Kabupaten Bandung.

Menurut Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi, bahwa jajarannya kembali menangani kasus pelecahan seksual dan pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh oknum guru ngaji.

Untuk kasus pencabulan di Kota Cimahi dilakukan oleh oknum guru ngaji berinisial AR terhadap santrinya sebanyak 6 orang santriwati yang usianya antara 15-16 tahun, yang terjadi mulai dari bulan Mai 2017 lalu.

Hal ini diungkapkan Kapalda Jabar, Agung Budi kepada wartawan ditengah inspeksi mendadak memantau kondisi pengamanan pendaftaran bakal calon pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur di kantor KPU Jabar, jalan Garut No 11 Bandung, Rabu (10/1/18)

Kini pelaku sudah kita amankan dan berdasarkan pengakuan pelaku AR, bahwa modusnya, pura-pura manggil dan mau diobati, namun akhirnya terjadi pelecehan seksual dan pdan disetubuhi.

Sedangkan kasus pelecehan seksual yang terjadi Soreang, Kapolda mengungkapkan kasusnya hamper sama. Adapun tempat kejadiannya yaitu di pesantren Istigomah yang dilakukan oleh Ustad dengan inisial AL.

Modusnya juga sama, yaitu pura-pura mengobati, memipijit-pijit dan mengurut-urut dan berakhir persetubuhan.

Adapun korbanya berinisial WA, namun setelah si korban kita periksa, ternyata ada juga temannya juga mengadu, sehingga korban ada sebanyak 4 orang. Jadi di Soreang ada 5 orang korban. Sehingga total koran berjumlah 11 orang , tandas Kapolda Jabar. (sein).

Kata Bijak Fakta Bandungraya

Jika kau merasa besar periksalah hatimu mungkin ia sedang bengkak. Jika kau merasa suci periksalah jiwamu mungkin putihnya nanah dari luka nurani. Jika kau merasa wangi periksalah ikhlasmu mungkin ada asap dari amal shalih mu yang hangus terbakar riya.