![]() |
| Pemkot Bandung berangkatkan 40 warga untuk kerja di Jepang |
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota
Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari
upaya menekan angka pengangguran sekaligus membuka peluang pekerjaan dengan
pendapatan yang lebih baik. Setiap peserta memperoleh subsidi pelatihan bahasa
Jepang hingga level N5 senilai sekitar Rp10 juta.
"Peluang kerja di Jepang masih
sangat besar. Mereka membutuhkan banyak tenaga kerja dan menilai pekerja asal
Kota Bandung memiliki etos kerja yang baik, terampil, dan kreatif," ujar
Yayan saat Job Fair Wilayah Bandung Selatan di Miko Mall, Kamis (30/7/2026).
Para peserta akan bekerja selama
tiga tahun di berbagai sektor, mulai dari perawatan lansia, pengolahan makanan,
restoran, hingga konstruksi. Sementara biaya keberangkatan seperti tiket dan
visa difasilitasi melalui kerja sama dengan perbankan dan mitra di Jepang, sehingga
peserta tidak terbebani biaya besar di awal.
Yayan juga mengingatkan para
pekerja agar menjaga disiplin dan nama baik Kota Bandung selama bekerja di
Jepang. Menurutnya, perilaku pekerja menjadi salah satu pertimbangan penting
bagi perusahaan Jepang dalam membuka kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia.
![]() |
| Hasil Job Fair : Pemkot Bandung berangkatkan 40 warga bekerja ke Jepang |
Keberangkatan para peserta
dilakukan secara bertahap mulai Juli hingga akhir 2026, menyesuaikan kebutuhan
perusahaan penerima di Jepang. Program ini diharapkan menjadi jalan bagi
semakin banyak warga Kota Bandung untuk meraih pengalaman kerja internasional
sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. (kyy/red).

.jpeg)