![]() |
| Ketua Bapemperda DPRD Jabar.H.Sugianto Nangolah, SH, M.Hum |
Pertemuan yang berlangsung di
Gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat tersebut diwarnai diskusi mendalam terkait
praktik terbaik dalam pengelolaan sampah. Kabupaten Bandung Barat dinilai
memiliki tantangan tersendiri sebagai daerah penyangga sekaligus kawasan
wisata, sehingga membutuhkan pendekatan kebijakan yang adaptif dan
berkelanjutan.
Ketua Bapemperda DPRD Jawa Barat,
Sugianto Nangolah, menegaskan bahwa kunjungan ini penting untuk memperkuat
dasar empiris dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).
Ia menyebutkan, sinkronisasi antara
kebijakan tingkat provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci agar regulasi yang
dihasilkan tidak hanya normatif, tetapi juga implementatif. Terlebih,
pengelolaan sampah berbasis komunitas dinilai sebagai salah satu solusi yang
perlu diperkuat dalam kebijakan ke depan.
Pimpinan dan anggota Bapemperda DPRD Jabar saat di kantor DPRD Kab.Bandung Barat
Menurutnya, Kabupaten Bandung Barat
memiliki potensi besar dalam mengembangkan sistem pengolahan sampah mandiri yang
bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Barat. Hasil diskusi ini pun akan
menjadi bahan penting dalam penyempurnaan Raperda yang tengah dibahas.
Melalui sinergi antar lembaga
legislatif ini, diharapkan lahir regulasi yang tidak hanya kuat secara hukum,
tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Upaya tersebut sekaligus
menjadi langkah konkret dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat,
dan berkelanjutan di Jawa Barat.
“Harapannya, regulasi yang
dihasilkan benar-benar komprehensif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,”
pungkas Sugianto. (red).
