Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Mahasiswa HMI Bandung Turun ke Jalan, Soroti MBG, Kewenangan Aparat, hingga Ketimpangan Pendidikan

Kamis, 18 Juni 2026 | 20:15 WIB Last Updated 2026-06-18T13:15:39Z
Klik
Ratusan Mahasiswa tergabung dalam HMI Cabang Bandung turun ke jalan , soroti MBG, Kewenangan Aparat Hingga Pendidikan


 
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandung menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Jalan Cikapayang, Kota Bandung, Kamis (18/6/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan tiga tuntutan utama yang dinilai berkaitan langsung dengan arah pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 14.30 WIB berlangsung tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian dari tingkat Polsek, Polrestabes Bandung, hingga Polda Jawa Barat.

Koordinator aksi, Rafid Wafi, mengatakan demonstrasi digelar sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebijakan publik yang dinilai perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

“Hari ini kami menyampaikan tiga tuntutan utama sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa dan kesejahteraan rakyat,” ujar Rafid di sela aksi.

Tuntutan pertama yang disuarakan massa adalah mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Menurut mahasiswa, kedua program strategis tersebut mengalokasikan anggaran negara dalam jumlah besar sehingga pelaksanaannya harus dipastikan berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Mahasiswa menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu dibenahi, mulai dari kesiapan implementasi hingga pengukuran dampak nyata program bagi masyarakat.

Selain itu, HMI Cabang Bandung juga mendesak dilakukannya judicial review terhadap Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI. Mereka berpandangan bahwa perluasan kewenangan aparat negara harus tetap berada dalam bingkai demokrasi, supremasi sipil, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

“Pengujian konstitusional diperlukan untuk memastikan tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan yang dapat mengancam demokrasi,” kata Rafid.

Tuntutan ketiga menyasar sektor pendidikan. Mahasiswa menilai persoalan ketimpangan akses pendidikan, belum meratanya kualitas sarana dan prasarana, kesejahteraan tenaga pendidik, hingga tingginya biaya pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan pemerintah.

“Pendidikan harus menjadi hak seluruh rakyat dan menjadi sarana menciptakan generasi yang unggul, kritis, serta berdaya saing,” tegasnya.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa menegaskan pentingnya pembangunan nasional yang berlandaskan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat luas. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal kebijakan publik agar sejalan dengan cita-cita mewujudkan Indonesia yang adil, demokratis, dan sejahtera.

Aksi ditutup dengan pekikan “Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!” dan hingga sore hari berlangsung kondusif di bawah pengamanan aparat kepolisian. (*/red).

×
Berita Terbaru Update