![]() |
| Ratusan Mahasiswa tergabung dalam HMI Cabang Bandung turun ke jalan , soroti MBG, Kewenangan Aparat Hingga Pendidikan |
Aksi yang dimulai sekitar pukul
14.30 WIB berlangsung tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian dari tingkat
Polsek, Polrestabes Bandung, hingga Polda Jawa Barat.
Koordinator aksi, Rafid Wafi,
mengatakan demonstrasi digelar sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap
kebijakan publik yang dinilai perlu mendapatkan perhatian serius dari
pemerintah.
“Hari ini kami menyampaikan tiga
tuntutan utama sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa dan
kesejahteraan rakyat,” ujar Rafid di sela aksi.
Tuntutan pertama yang disuarakan
massa adalah mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program
Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Menurut
mahasiswa, kedua program strategis tersebut mengalokasikan anggaran negara
dalam jumlah besar sehingga pelaksanaannya harus dipastikan berjalan efektif,
transparan, dan tepat sasaran.
Mahasiswa menilai masih terdapat
sejumlah persoalan yang perlu dibenahi, mulai dari kesiapan implementasi hingga
pengukuran dampak nyata program bagi masyarakat.
Selain itu, HMI Cabang Bandung juga
mendesak dilakukannya judicial review terhadap Undang-Undang Polri dan
Undang-Undang TNI. Mereka berpandangan bahwa perluasan kewenangan aparat negara
harus tetap berada dalam bingkai demokrasi, supremasi sipil, serta penghormatan
terhadap hak asasi manusia.
“Pengujian konstitusional
diperlukan untuk memastikan tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan yang dapat
mengancam demokrasi,” kata Rafid.
Tuntutan ketiga menyasar sektor
pendidikan. Mahasiswa menilai persoalan ketimpangan akses pendidikan, belum
meratanya kualitas sarana dan prasarana, kesejahteraan tenaga pendidik, hingga
tingginya biaya pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus
segera diselesaikan pemerintah.
“Pendidikan harus menjadi hak
seluruh rakyat dan menjadi sarana menciptakan generasi yang unggul, kritis,
serta berdaya saing,” tegasnya.
Melalui aksi tersebut, mahasiswa
menegaskan pentingnya pembangunan nasional yang berlandaskan prinsip
transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat
luas. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal
kebijakan publik agar sejalan dengan cita-cita mewujudkan Indonesia yang adil,
demokratis, dan sejahtera.
Aksi ditutup dengan pekikan “Hidup
Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!” dan hingga sore hari berlangsung kondusif
di bawah pengamanan aparat kepolisian. (*/red).
