Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pasar Kreatif Bandung 2026 Dibuka, UMKM Lokal Jadi Wajah Utama Wisata Belanja Kota

Senin, 08 Juni 2026 | 22:36 WIB Last Updated 2026-06-08T15:36:27Z
Klik
Walikota Bandung M.Farhan membuka Pasar Kreatif Bandung 2026 di PVJ Mall

 
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Semangat kreativitas dan geliat ekonomi lokal kembali terasa di Kota Bandung melalui pembukaan Pasar Kreatif Bandung 2026 di Paris Van Java Mall, Senin (8/6/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian Bulan Belanja Bandung (BBB) 2026 yang digagas Pemerintah Kota Bandung untuk memperkuat sektor perdagangan, pariwisata, dan UMKM lokal.

Ratusan pelaku usaha kreatif dari sektor fesyen, kriya, hingga kuliner hadir membawa produk unggulan khas Bandung yang selama ini menjadi daya tarik utama wisata belanja Kota Kembang.

Wali Kota Bandung, Farhan, mengatakan Bulan Belanja Bandung bukan sekadar agenda promosi, melainkan strategi jangka panjang untuk menjaga denyut ekonomi kota melalui penguatan sektor perdagangan dan wisata belanja.

“Ini adalah upaya yang sudah kami siapkan berbulan-bulan. Dari Juni hingga Agustus akan ada berbagai festival belanja, dan Pasar Kreatif menjadi salah satu pembuka utamanya,” ujar Farhan.

Menurutnya, momentum kebangkitan pariwisata harus dimanfaatkan dengan menghadirkan pengalaman belanja yang berkesan bagi wisatawan. Apalagi, rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara diyakini akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bandung.

“Wisatawan yang datang ke Bandung jangan pulang dengan tangan kosong. Infrastruktur memang tugas pemerintah, tapi pengalaman belanja adalah kekuatan pelaku usaha,” katanya.

Farhan menilai kekuatan utama Bandung terletak pada kreativitas dan karakter produknya yang memiliki nilai rasa serta kedekatan emosional dengan konsumen.

“Karya kreatif Bandung itu punya greget dan soul. Itu yang membuat Bandung berbeda,” tuturnya.

Selain mendorong transaksi ekonomi, Pemkot Bandung juga menaruh perhatian pada tantangan ekonomi yang tengah dihadapi, termasuk menjaga keseimbangan antara daya beli dan ketersediaan barang.

“Daya beli masyarakat cukup baik, tapi produksi harus terus diperkuat supaya suplai aman dan harga tetap stabil,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, menjelaskan Pasar Kreatif Bandung 2026 melibatkan 339 pelaku usaha lokal yang terdiri dari 169 sektor fesyen, 78 kriya, dan 92 kuliner.

Menariknya, sekitar 40 persen peserta merupakan pelaku usaha baru yang mendapatkan kesempatan memperluas pasar melalui program tersebut.

“Tahun ini kami ingin memberi ruang lebih luas bagi UMKM baru agar mereka bisa berkembang dan dikenal masyarakat,” ujar Ronny.

Farhan meninjau stand di pasar kreatif Bandung 2026


Ia menjelaskan, Pasar Kreatif Bandung akan digelar secara bergiliran di delapan pusat perbelanjaan hingga Agustus 2026. Tahun sebelumnya, program ini berhasil mencatat omzet hingga Rp10,1 miliar dan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kreatif Kota Bandung.

Selain Pasar Kreatif, rangkaian Bulan Belanja Bandung juga akan diisi Indonesia Shopping Festival, Hari Belanja Diskon Indonesia, hingga Bandung Great Sale sebagai puncak acara pada Agustus mendatang.

Ronny menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, pusat perbelanjaan, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam memperluas akses promosi serta memperkuat daya saing UMKM lokal.

“Ketika pelaku usaha tumbuh, maka lapangan kerja ikut terbuka dan ekonomi daerah akan semakin kuat,” katanya.

Melalui Pasar Kreatif Bandung 2026, Pemkot Bandung berharap sektor UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat identitas Bandung sebagai kota kreatif dan destinasi wisata belanja unggulan nasional. (rob/red).

×
Berita Terbaru Update