![]() |
| Walikota Bandung M.Farhan membuka Pasar Kreatif Bandung 2026 di PVJ Mall |
Ratusan pelaku usaha kreatif dari
sektor fesyen, kriya, hingga kuliner hadir membawa produk unggulan khas Bandung
yang selama ini menjadi daya tarik utama wisata belanja Kota Kembang.
Wali Kota Bandung, Farhan,
mengatakan Bulan Belanja Bandung bukan sekadar agenda promosi, melainkan
strategi jangka panjang untuk menjaga denyut ekonomi kota melalui penguatan
sektor perdagangan dan wisata belanja.
“Ini adalah upaya yang sudah kami
siapkan berbulan-bulan. Dari Juni hingga Agustus akan ada berbagai festival
belanja, dan Pasar Kreatif menjadi salah satu pembuka utamanya,” ujar Farhan.
Menurutnya, momentum kebangkitan
pariwisata harus dimanfaatkan dengan menghadirkan pengalaman belanja yang
berkesan bagi wisatawan. Apalagi, rencana reaktivasi Bandara Husein
Sastranegara diyakini akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bandung.
“Wisatawan yang datang ke Bandung
jangan pulang dengan tangan kosong. Infrastruktur memang tugas pemerintah, tapi
pengalaman belanja adalah kekuatan pelaku usaha,” katanya.
Farhan menilai kekuatan utama
Bandung terletak pada kreativitas dan karakter produknya yang memiliki nilai
rasa serta kedekatan emosional dengan konsumen.
“Karya kreatif Bandung itu punya
greget dan soul. Itu yang membuat Bandung berbeda,” tuturnya.
Selain mendorong transaksi ekonomi,
Pemkot Bandung juga menaruh perhatian pada tantangan ekonomi yang tengah
dihadapi, termasuk menjaga keseimbangan antara daya beli dan ketersediaan
barang.
“Daya beli masyarakat cukup baik,
tapi produksi harus terus diperkuat supaya suplai aman dan harga tetap stabil,”
ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan
dan Perindustrian Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, menjelaskan Pasar Kreatif
Bandung 2026 melibatkan 339 pelaku usaha lokal yang terdiri dari 169 sektor
fesyen, 78 kriya, dan 92 kuliner.
Menariknya, sekitar 40 persen
peserta merupakan pelaku usaha baru yang mendapatkan kesempatan memperluas
pasar melalui program tersebut.
“Tahun ini kami ingin memberi ruang
lebih luas bagi UMKM baru agar mereka bisa berkembang dan dikenal masyarakat,”
ujar Ronny.
Ia menjelaskan, Pasar Kreatif
Bandung akan digelar secara bergiliran di delapan pusat perbelanjaan hingga
Agustus 2026. Tahun sebelumnya, program ini berhasil mencatat omzet hingga
Rp10,1 miliar dan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kreatif Kota
Bandung.
Farhan meninjau stand di pasar kreatif Bandung 2026
Selain Pasar Kreatif, rangkaian
Bulan Belanja Bandung juga akan diisi Indonesia Shopping Festival, Hari Belanja
Diskon Indonesia, hingga Bandung Great Sale sebagai puncak acara pada Agustus
mendatang.
Ronny menegaskan, kolaborasi antara
pemerintah, pusat perbelanjaan, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam
memperluas akses promosi serta memperkuat daya saing UMKM lokal.
“Ketika pelaku usaha tumbuh, maka
lapangan kerja ikut terbuka dan ekonomi daerah akan semakin kuat,” katanya.
Melalui Pasar Kreatif Bandung 2026,
Pemkot Bandung berharap sektor UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu
menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat identitas Bandung
sebagai kota kreatif dan destinasi wisata belanja unggulan nasional. (rob/red).
