Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Di Forum ILO Jenewa, Menaker Ajak Asia Pasifik Bersatu Hadapi Ancaman AI terhadap Dunia Kerja

Rabu, 10 Juni 2026 | 10:24 WIB Last Updated 2026-06-10T03:24:07Z
Klik
Menaker Yassierli pada ILC Jenewa : Ajak negara Asia-Pasicif Grouf (Aspag)



JENEWA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak negara-negara anggota Asia Pacific Group (ASPAG) memperkuat kerja sama pengembangan keterampilan dan pelatihan tenaga kerja masa depan guna menghadapi dampak disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) terhadap dunia kerja.

Ajakan tersebut disampaikan Menaker dalam Asia Pacific Group Ministerial Meeting pada rangkaian Konferensi Perburuhan Internasional atau International Labour Conference (ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss, Selasa (9/6/2026).

Dalam forum internasional tersebut, Menaker menegaskan bahwa tantangan ketenagakerjaan di kawasan Asia Pasifik semakin kompleks dan tidak dapat dihadapi secara sendiri-sendiri.

“Indonesia percaya, kerja sama antarnegara kini semakin penting. Tantangan ketenagakerjaan tidak bisa dihadapi sendiri. Kekuatan kita ada pada kemauan untuk saling berbagi praktik baik dan saling belajar,” ujar Yassierli.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan AI telah mengubah pola kerja global secara cepat. Di satu sisi, teknologi membuka peluang baru, namun di sisi lain juga memunculkan risiko hilangnya sejumlah jenis pekerjaan, meningkatnya pekerjaan informal, serta ketimpangan akses keterampilan di tengah masyarakat.

Karena itu, negara-negara di kawasan Asia Pasifik dinilai perlu memperkuat kolaborasi dalam menyiapkan tenaga kerja yang adaptif, kompeten, dan tetap terlindungi di tengah perubahan industri.

Menaker mengatakan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah Indonesia menempatkan pengembangan keterampilan tenaga kerja sebagai prioritas nasional untuk menjawab ketidaksesuaian antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Salah satu program yang dijalankan pemerintah ialah Program Pemagangan Nasional bagi lulusan perguruan tinggi yang memberikan pengalaman kerja terstruktur selama enam bulan di dunia industri dengan dukungan uang saku setara upah minimum dari pemerintah.

“Tahun ini program pemagangan ditargetkan menjangkau 150 ribu peserta,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan Program Pelatihan Vokasi Nasional bagi lulusan sekolah menengah atas dan sederajat dengan target mencapai 300 ribu peserta pada tahun 2026.

Yassierli menegaskan, seluruh program tersebut dirancang secara inklusif agar kesempatan peningkatan keterampilan dapat diakses secara setara oleh perempuan, penyandang disabilitas, hingga masyarakat di wilayah terpencil dan perbatasan.

Menurutnya, kerja sama keterampilan masa depan menjadi penting karena dampak perubahan dunia kerja sudah dirasakan langsung oleh masyarakat sehari-hari. Pencari kerja membutuhkan pelatihan yang sesuai kebutuhan industri, lulusan baru membutuhkan pengalaman kerja, sementara pekerja aktif perlu meningkatkan kompetensi agar tetap relevan di tengah perkembangan teknologi.

Dalam forum ASPAG, Indonesia juga menawarkan berbagai peluang kerja sama, mulai dari pengembangan kurikulum pelatihan vokasi berbasis keterampilan masa depan, pembentukan pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas, pengembangan komunitas sektor pertanian, hingga pembentukan klinik produktivitas dan pusat teknologi tepat guna.

Menaker menilai, kerja sama tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena mampu memperkuat daya saing tenaga kerja sekaligus membuka akses kerja yang lebih adil dan inklusif.

“Indonesia siap berbagi dan belajar. Kita memiliki banyak hal yang dapat saling ditawarkan untuk membangun kawasan yang lebih kuat dan tangguh bagi para pekerja,” ujarnya.

Melalui forum ILO dan kerja sama ASPAG, Indonesia ingin memastikan perubahan teknologi dan AI tidak menjadi ancaman bagi pekerja, melainkan peluang untuk meningkatkan keterampilan, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat perlindungan tenaga kerja di masa depan. (*/red).
×
Berita Terbaru Update