![]() |
| Empat Guru BEsar ITB akan gear orasi ilmiah Terbuka |
Dalam forum tersebut, Guru Besar
Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB sekaligus pakar semiotika, Prof Dr
Acep Iwan Saidi, akan menyampaikan kajian kritis mengenai relasi ideologi,
kekuasaan, dan desain ruang pendidikan di Indonesia.
Prof Acep yang akrab disapa Kang
Ais akan membawakan orasi ilmiah berjudul “Ideologi dan Kekuasaan di Balik
Desain Ruang Belajar Siswa Sekolah Dasar dan Menengah di Indonesia.”
Kajian tersebut diperkirakan akan
menyoroti bagaimana ruang belajar tidak sekadar menjadi tempat pendidikan
berlangsung, tetapi juga menyimpan nilai, simbol, hingga kepentingan tertentu
yang membentuk cara berpikir dan perilaku peserta didik.
Selain Prof Acep, tiga guru besar
ITB lainnya juga akan menyampaikan hasil riset dan pemikiran akademik mutakhir
dari bidang keilmuan berbeda.
Guru Besar Sekolah Bisnis dan
Manajemen (SBM) ITB, Prof Gatot Yudoko Ph D akan memaparkan kajian bertajuk
“Peran Strategi Operasi Berkelanjutan Dalam Mendukung Daya Saing Organisasi
Indonesia.”
Sementara itu, Guru Besar Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB, Prof Dr Eng Herman MS, akan
menyampaikan orasi berjudul “Film Tipis Organik: Fabrikasi, Karakterisasi dan
Aplikasinya.”
Adapun Guru Besar Sekolah Ilmu dan
Teknologi Hayati (SITH) ITB, Prof Dr Iriawati MSc, akan mengangkat tema
“Eksplorasi Komprehensif Biosains Tumbuhan: Struktur, Pemuliaan, dan Inovasi
Terapi Nanomedis.”
Forum orasi ilmiah tersebut menjadi
wadah penting bagi kalangan akademisi untuk menyebarluaskan hasil pemikiran dan
penelitian kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat budaya ilmiah di
lingkungan pendidikan tinggi.
Tidak hanya ditujukan bagi civitas
akademika, kegiatan ini juga terbuka untuk masyarakat umum yang ingin mengikuti
perkembangan ilmu pengetahuan dan inovasi dari para guru besar ITB.
Panitia penyelenggara menyiapkan
akses daring melalui siaran langsung di platform Youtube serta fasilitas Zoom
bagi peserta yang ingin mengikuti kegiatan secara online.
Melalui orasi ilmiah ini, ITB
berharap lahir ruang dialog yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan
persoalan nyata masyarakat, mulai dari pendidikan, teknologi, industri, hingga
kesehatan masa depan.
Forum Guru Besar ITB juga
menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghadirkan pemikiran
kritis dan solusi berbasis riset untuk menjawab tantangan zaman yang terus
berkembang. (*/red).
