![]() |
| Pentingnya Pemeriksaan Darah secara rutin |
Hal tersebut disampaikan Anggota
Komisi IV DPRD Kota Bandung, dr. Agung Firmansyah Sumantri, dalam SONATA
Talkshow bertema kesehatan darah, Rabu (10/6/2026).
Menurut Agung, anemia menjadi salah
satu kelainan darah yang paling sering ditemukan di masyarakat. Namun pada
tahap ringan, penderita umumnya tidak merasakan gejala karena tubuh masih mampu
beradaptasi.
“Biasanya keluhan baru terasa
ketika kadar hemoglobin sudah cukup rendah, seperti mudah lelah, lesu, sulit
konsentrasi hingga sesak napas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, anemia cukup banyak
dialami perempuan akibat faktor menstruasi maupun kurangnya asupan gizi.
Kondisi tersebut juga perlu menjadi perhatian bagi pasangan yang akan menikah
dan merencanakan kehamilan karena dapat berdampak pada kesehatan ibu dan anak.
Selain anemia, Agung mengingatkan
masyarakat untuk mewaspadai penyakit darah keturunan seperti talasemia dan
hemofilia. Menurutnya, banyak pembawa sifat talasemia tidak menyadari
kondisinya karena tidak memiliki gejala.
“Jika kedua orang tua membawa sifat talasemia, anak berisiko mengalami talasemia mayor yang membutuhkan transfusi darah seumur hidup,” katanya.
![]() |
| ASN Kota Bandung sedang melakukan pemeriksaan daerah |
Ia menambahkan, pemeriksaan darah
rutin juga dapat membantu mendeteksi infeksi, gangguan autoimun hingga kanker
darah seperti leukemia melalui pemeriksaan hemoglobin, leukosit dan trombosit.
Karena itu, masyarakat diimbau
tidak menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan. Pemeriksaan darah dasar
dinilai cukup sederhana, mudah dilakukan dan dapat menjadi langkah awal menjaga
kualitas hidup.
“Merasa sehat belum tentu
benar-benar sehat. Deteksi dini adalah kunci,” pungkasnya (tiw/red).

