Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Peringatan Harkitnas Harus Dijadikan Momentum Meningkatkan Nasionalisme.

Kamis, 18 Mei 2017 | 13:23 WIB Last Updated 2017-05-19T06:44:40Z
Klik
Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari ( foto:ist)
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari, mengatakan, berbicara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap tanggal 20 Mei, harus dijadikan momentum untuk kebangkitan bangsa Indonesia. Hal ini tidak lepas dari sosok Boedi Oetomo yang jadi 'motor' penggeraknya.

Menurut Ineu, psetiap peringatan kebangkitan bangsa haruslah dapat meningkatkan jiwa nasionalisme bagi seluruh penerus bangsa dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan. Sehingga dapat mengantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar.

Dulu kata Ineu, kebangkitan Nasional dimaknai sebagai modal untuk mencapai kemerdekaan maka saat ini maknanya bisa diartinya sebagai momentum untuk mengisi kemerdekaan agar bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan kokoh bersatu walaupun berbeda ras, suku dan agama.

"Jadi kalau era Boedi Utomo itu kebangkitan nasional itu upaya mempersatukan bangsa dengan banyak generasi muda untuk menyatukan visi demi kemerdekaan," kata dia.

"Akan tetapi saat ini kita harus dapat mempersatukan pemuda pemudi Indonesia untuk mulai melakukan hal positif demi kemajuan Indonesia dengan adanya Kebangkitan Nasional ini," lanjut dia.

Adapun terkait dengan Tupoksi DPRD Jawa Barat, tentunya seluruh pimpinan dan anggota Dewan Jabar terus berkomitmen membawa lembaga Dewan untuk senantinya memperjuangkan Kebangkitan Nasional yakni dengan lebih produktif dalam melakukan tugas dan tanggungjawabnya.

"Tentunya sebagai bagian dari bangsa ini, DPRD Jabar akan terus berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam mengelola pemerintahan," kata dia.

Selain itu, Ineu juga mengajak seluruh pihak agar dapat bekerja sama demi mewujudkan kebangkitan nasional yang sesungguhnya, terlebih saat ini tantangan yang dihadapi Indonesia baik secara internal maupun eksternal semakin berat.

"Jika dulu musuh kita itu jelas yakni penjajah tapi saat ini Indonesia menghadapi banyak tantangan dan 'musuh' yang datangnya itu dari internal kita sendiri. Ini yang harus kita lawan, kita harus senantiasi bersatu," kata Ineu. (hms/sein)
×
Berita Terbaru Update