Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Agam : Vaksin Membentuk Herd Immunity dan Memutus Penularan Covid-19

H. Mirza Agam Gumay, anggota Komisi I DPRD Jabar (foto:dok.istimewa).
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--Pemerintah provinsi Jawa Barat menargetkan 80 persen masyarakat Jabar sudah tervaksi hingga akhir tahun 2021. Namun, hingga pertengahan November ini dirata-ratakan vaksinasi se Jabar baru mencapai sekitar 65 persen.

Walaupun secara keseluruhan baru mencapai sekitar 65 persen, nsmun, sudah ada beberapa kabupaten/kota di Jabar sudah diatas 70 persen. Hal ini, masih on the track dan bahkan hingga kini Jabar masih terebsar di Indonesia.

“Bila dilihat dari besarnya jumlah penduduk, warga Jabar yang sudah di vaksin dosis 1 sudah sebanyak 23 juta lebih dan vaksin dosis 2 sudah 14 juta lebih. Untuk itu, kedepan DPRD Jabar  terus mendorong Pemprov Jabar dan Pemkab/kota, TNI-Polri untuk terus menggalakan vaksinasi, sehingga target 80 persen dapat tercapai jelang ankhir tahun 2021”.

Demikian dikatakan Anggota Komisi I DPRD Jabar, H.Mirza Agam Gumay, saat dihubungi melalui telp selulernya, Senin (22/11/2021). 

Dikatakan, lambatnya  peningkatan persentase vaksinasi tentunya tidak terlepas dari masih ada rasa takut masyarakat untuk divaksin.  Padahal, vaksin bertujuan untuk membentuk herd immunity serta memutus penularan Covid-19.

Untuk mempercepat Vaksinasi, Agam—sapaan– Mirza Agam Gumay politis partai Gerindra dari darpil Jabar 4 Kabupaten Cianjur terus menghimbau dan mengajak masyarakat bersama – sama mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan Pemerintah maupun Polri dan TNI serta kompenen masyarakat.

“Vaksin aman untuk meningkatkan kekebalan imun tubuh serta membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok. Dengan mengikuti vaksin, berarti turut serta membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Indonesia” ujar Agam. 

Lebih lanjut, Agam mengatakan, bahwa sudah hampir dua tahun dunia diguncangkan oleh Virus corona (Covid-19) termasuk di Indonesia, Insya Allah, kalau pandemi covid-19 cepat berakhir tentunya semua program dan kebijakan pemerintah bisa berjalan dengan maksimal untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Barat. Untuk itu, mari kita bersama-sama mematuhi dan mentaati anjuran pemerintah dalam menegakkan aturan protokol kesehatan (Prokes).

Legislator Jabar ini juga mengatakan, selam dua tahun ini, cukup besar anggaran yang digelontorkan dalam penangan pandemi covid-19. 

“Banyak alokasi anggaran yang terkena refocusing dan direlokasi untuk penanganan pandemi covid-19, sehingga berdampak terhadap program- program Organisasi Perangkat Daerah /Dinas terkait yang seharusnya program itu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, terpaksa ditunda”, ujar Agam.

Untuk itu, kita harus taat dan disiplin diri dalam penerapan Protokol Kesehatan 3M : Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak, dan juga mengajak masyarakat yang masih belum bersedia di vaksin, untuk segera mengikuti vaksinasi yang telah digelar secara gratis” Tidak perlu takut dan khawatir di vaksin, demi kesehatan dan agar tidak terpapar virus corona, himbunya.

Sementara itu, saat ditanya apakah wilayah aglomerasi seperti Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi) dan Bandung Raya, agar lebih difokuskan dan diprioritaskan ?.. 

Menurut Agam, dirinya sangat setujui sekali, untuk wilayah aglomerasi Bodebek dan Bandung Raya harus menjadi fokus Pemerintah Provinsi Jabar dan pemerintah diwilayah Bodebek dan Bandung Raya.  

Lebih lanjut Agam mengatakan, kondisi saat ini Kabupaten Cianjur masih berada di PPKM Level 2, bahkan selama bulan November ini kasus covid-19 di Kabuapten Cianjur mengalami penurunan cukup drastis. 

“Berdasarkan data dari Dinkes Kab.Cianjur,  total 10.836 kasus Covid-19, dengan angka kesembuhan mencapai 10.610 orang dan kasus kematian 201 orang,” ujar Agam.

Kini pemerintah Kabupaten Cianjur bekerjasama dengan TNI-Polri, terus menggelar vaksinasi sampai ke pelosok desa. Bahkan TNI melalui Kodim Cianjur dan jajaran koramil, juga melakukan secara door to door  kerumah-rumah warga yang ada di pelosok desa. 

Pelaksanaan vaksinasi door to door yang dilakukan personil Tni bukan hanya pada siang hari tetapi juga pada malam hari. Hal ini, karena warga yang dipelosok pada siang hari sibuk di kebun, sehingga terpaksa didatangi pada malam hari.

Upaya pemerintah provinsi, kabuapaten dan TNI-Polri serta komponen masyarakat yang menggelar vaksinasi massal semata-mata untuk percepatan vaksinasi. Demi herd immunity dan  menggeliatkan kembali perekonoman masyarakat, tandasnya. (sein).