Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Musrenbang Bojongloa Kaler Soroti Kemiskinan dan Dorong Penguatan UMKM Kreatif

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:21 WIB Last Updated 2026-02-26T15:21:58Z
Klik
Anggota DPRD Kota Bandung menghadiri kegiatan Musrenbang RKPD Tingkat Kecamatan Bojongloa Kaler Tahun 2026 (foto:humpro).



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Sejumlah Anggota DPRD Kota Bandung menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tingkat Kecamatan Bojongloa Kaler Tahun 2026, Senin (9/2/2026). Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi usulan pembangunan sekaligus pembahasan berbagai persoalan strategis di wilayah.

Hadir dalam kegiatan itu Christian Julianto Budiman, H. Soni Daniswara, Agus Hermawan, dan Andri Gunawan. Dalam pemaparannya, Soni Daniswara menyoroti data Laci RW (Layanan Catatan dan Informasi Rukun Warga) yang menunjukkan bahwa Kecamatan Bojongloa Kaler masuk dalam kategori tingkat kemiskinan tertinggi di Kota Bandung.

“Data ini harus menjadi perhatian bersama. Kita perlu ikhtiar dan langkah konkret agar Bojongloa Kaler bisa keluar dari zona tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Christian Julianto Budiman menilai tema RKPD tahun ini menuntut kolaborasi dan inovasi seluruh pihak. Ia menekankan bahwa potensi pariwisata di wilayah tidak hanya dimaknai sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi warga.

Menurutnya, keberadaan kampung toleransi di Bojongloa Kaler memiliki nilai unik yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata berbasis kearifan lokal. “Ini bisa menjadi potensi yang diminati sekaligus memperkuat identitas wilayah,” katanya.

Agus Hermawan turut menegaskan pentingnya penguatan sektor UMKM kreatif sebagai strategi menekan angka kemiskinan. Ia mendorong adanya pelatihan dan program peningkatan keterampilan yang terarah agar masyarakat memiliki daya saing ekonomi.

“UMKM perlu kita akomodir dengan pelatihan yang menunjang keterampilan, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Di sisi lain, Andri Gunawan menilai Musrenbang sejalan dengan filosofi masyarakat Sunda yang mengedepankan musyawarah dan kearifan lokal dalam menyelesaikan persoalan. Ia juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan pegawai guna menunjang kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam forum tersebut, DPRD menyatakan komitmennya untuk mengawal 145 usulan yang diajukan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). DPRD juga mengimbau agar proses penunjukan pelaksana kegiatan dilakukan secara cermat dan akuntabel demi memastikan pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Melalui Musrenbang ini, diharapkan perencanaan pembangunan tahun mendatang benar-benar mampu menjawab tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi warga Bojongloa Kaler. (ajie/sein).

×
Berita Terbaru Update