Kegiatan diawali dengan kunjungan
ke rumah duka almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna, salah satu korban yang
merupakan karyawan Kompas TV, di kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Rombongan kemudian melanjutkan agenda dengan menjenguk korban luka yang masih
dirawat di RSUD Kota Bekasi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut
sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya Plt. Bupati Bekasi Asep
Surya Atmaja, Ketua BAZNAS Kabupaten Bekasi, perwakilan PT Kereta Api
Indonesia, Jasa Raharja, serta BPJS Ketenagakerjaan.
Berdasarkan informasi sementara, kecelakaan terjadi pada Senin malam (27/4/2026) di area Stasiun Bekasi Timur. Insiden bermula saat rangkaian KRL relasi Bekasi–Jakarta dalam kondisi berhenti di jalur, kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek. Benturan keras menyebabkan kerusakan parah pada gerbong belakang dan menimbulkan korban jiwa serta luka-luka. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses investigasi.

BAZNAS Jabar mendampingi Gubernur Dedi Mulyadi mengunjungan rumah duka almarhumah Nur Ainia
Dalam kesempatan tersebut, Dedi
Mulyadi menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia memastikan
pemerintah provinsi bersama berbagai pihak akan terus memberikan dukungan, baik
moril maupun material, kepada korban dan keluarganya.
“Kami hadir untuk menyampaikan
belasungkawa dan memastikan seluruh korban mendapatkan perhatian maksimal,”
ujarnya.
Sementara itu, perwakilan BAZNAS
Jabar, Zaki Hilmi, menegaskan bahwa kehadiran pihaknya merupakan bagian dari
respons kemanusiaan dalam membantu masyarakat yang terdampak musibah.
“Ini adalah amanah zakat dan dana
sosial keagamaan yang kami salurkan untuk membantu meringankan beban keluarga
korban,” katanya.
Penyaluran santunan ini diharapkan
dapat memberikan dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan sekaligus mempercepat
proses pemulihan bagi korban luka. Pemerintah dan berbagai lembaga terkait juga
terus berkoordinasi guna memastikan seluruh hak korban terpenuhi.
Melalui langkah ini, BAZNAS Jabar
menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dalam situasi darurat kemanusiaan,
bersinergi dengan pemerintah dalam memberikan perlindungan dan bantuan bagi
masyarakat yang membutuhkan. (*/red).
