![]() |
| Hj. Nia Purnakania melaksanakan kegaiat pengawasan pemerintahan di Kec.Rancabali Kab.Bandung (foto:hasanah.id). |
Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi
PDI Perjuangan, Nia Purnakania, menilai perkembangan sektor pariwisata di
Rancabali harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai serta
tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Hal tersebut disampaikannya saat
melaksanakan kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di Desa
Patengang, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jumat (8/5/2026).
Menurut Nia, pengembangan kawasan
wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga membutuhkan
dukungan sarana dan prasarana yang mampu memberikan kenyamanan bagi wisatawan.
“Kondisi jalan menuju sejumlah
lokasi wisata di kawasan Rancabali masih memerlukan perbaikan dan peningkatan
kualitas agar mobilitas masyarakat dan pengunjung dapat berjalan lebih lancar,
aman, dan nyaman,” ujarnya.
Selain akses jalan, ia juga
menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas pendukung pariwisata seperti
penginapan, rumah makan, area parkir, hingga fasilitas umum lainnya yang
dinilai dapat menunjang kenyamanan wisatawan sekaligus meningkatkan daya saing
destinasi wisata Rancabali.
Meski demikian, Nia mengingatkan
agar pengembangan kawasan wisata tetap memperhatikan aspek lingkungan. Ia
menegaskan pembangunan pariwisata jangan sampai merusak ekosistem alam yang
justru menjadi daya tarik utama Rancabali.
“Pengembangan objek wisata harus
tetap menjaga kelestarian lingkungan agar tidak merugikan masyarakat maupun
merusak alam di kawasan Rancabali,” katanya.
Sebagai wakil rakyat dari Daerah
Pemilihan Jabar II Kabupaten Bandung, Nia menyatakan komitmennya untuk terus
mendorong pembangunan infrastruktur daerah, khususnya di kawasan yang memiliki
potensi wisata unggulan.
Ia juga menilai keberhasilan sektor
pariwisata membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat setempat.
Kehadiran destinasi wisata, kata dia, harus mampu memberikan dampak ekonomi
langsung bagi warga, terutama pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), pedagang,
serta sektor ekonomi lokal lainnya.
“Pariwisata harus menjadi penggerak
kesejahteraan masyarakat sekitar, sehingga manfaat ekonominya benar-benar
dirasakan warga setempat,” tuturnya.
Dalam dialog bersama aparatur desa,
tokoh masyarakat, dan warga Desa Patengang, masyarakat berharap Pemerintah
Kabupaten Bandung memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan kawasan
wisata Rancabali yang kini menjadi salah satu destinasi unggulan daerah.
Warga menilai, dengan dukungan
infrastruktur yang lebih baik dan pengelolaan yang berkelanjutan, potensi
wisata Rancabali dapat berkembang lebih optimal sekaligus memberikan kontribusi
terhadap pendapatan daerah tanpa mengabaikan kelestarian alam.
