![]() |
| Aksi kesadaran dan disiplin lalu lintas melalui kegiatan Simpang Sejuta Selamat di kawasan Simpang Lima Kota Bandung |
Koordinator Daerah 2 Bandung
Komunitas Edan Sepur, Abdullah Putra Gandhara, menjelaskan bahwa program ini
merupakan pengembangan dari kegiatan edukasi keselamatan yang sebelumnya
difokuskan di perlintasan sebidang.
“Biasanya kami melakukan edukasi di
perlintasan sebidang, tetapi kali ini diperluas ke persimpangan karena masih
banyak pelanggaran seperti menerobos lampu merah dan berhenti melewati zebra
cross,” ujarnya.
Pemilihan lokasi difokuskan pada
titik-titik strategis yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, salah satunya
Simpang Lima yang menghubungkan Jalan Asia Afrika, Jalan Ahmad Yani, Jalan Gatot
Subroto, dan Jalan Sunda.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi
berbagai pihak, mulai dari Dinas Perhubungan Kota Bandung, kepolisian, Satpol
PP, hingga layanan kegawatdaruratan seperti PSC 119 dan Bandung Siaga 112.
Selain memberikan edukasi, petugas juga melakukan penindakan langsung terhadap
pelanggaran lalu lintas di lapangan.
“Bagi pengendara yang melanggar,
akan dilakukan penilangan oleh kepolisian menggunakan perangkat handheld,” kata
Abdullah.
Tak hanya itu, masyarakat juga
diberikan pemahaman terkait langkah penanganan kondisi darurat di jalan,
termasuk pemanfaatan layanan panggilan darurat 112 dan PSC 119 jika terjadi
kecelakaan..jpeg)
Aksi kesadaran dan disiplin lalu lintas melalui kegiatan Simpang Sejuta Selamat di Kota Bandung
Abdullah menambahkan, kegiatan ini
merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali gerakan Budaya Disiplin dengan
pendekatan yang lebih luas dan menyasar berbagai titik rawan di Kota Bandung.
Ke depan, “Simpang Sejuta Selamat”
direncanakan akan digelar secara rutin setiap tiga pekan sekali di tiga lokasi
berbeda, yakni Simpang Lima Asia Afrika, kawasan Merdeka–Aceh, dan wilayah
Dago.
“Harapannya, angka kecelakaan lalu
lintas dapat ditekan dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan
di jalan,” pungkasnya. (ray/red).
