Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Nilai Luhur Warisan Karuhun Sunda Jadi Fondasi Membangun Masa Depan

Senin, 10 Agustus 2026 | 11:43 WIB Last Updated 2026-08-15T15:07:31Z
Klik
Rahmad Hidayat Djati (Ketua Komisi I DPRD Jabar)


BANDUNG,--- Di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat, nilai luhur yang diwariskan karuhun Sunda dinilai tetap relevan menjadi pijakan dalam membangun kehidupan yang lebih adil, berkelanjutan, dan bermartabat.

Filosofi silih asih, silih asah, silih asuh menjadi salah satu pesan utama yang mengajarkan pentingnya kasih sayang, kecerdasan, dan kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat.

Nilai tersebut juga tercermin dalam pesan karuhun Sunda, “Gunung teu meunang dilebur, lebak teu meunang diruksak,” yang mengandung makna pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan manusia dan kelestarian alam.

Di tengah tantangan perubahan lingkungan, ketimpangan ekonomi, pengelolaan sumber daya, hingga kesejahteraan masyarakat, nilai-nilai tersebut dinilai perlu diterjemahkan menjadi gagasan dan kebijakan yang lebih konkret.

Salah satunya melalui gagasan Ekoregion Sunda, yang dipandang bukan sebagai batas pemisah, melainkan ruang untuk memperkuat kolaborasi. Sunda, Cirebon, Banten, dan Betawi memiliki keterhubungan sejarah, budaya, serta kehidupan yang dapat menjadi modal membangun masa depan bersama.

DR.H. Rahmad Hidayat Djati, M.I.P
Ketua Komisi I DPRD Jabar

 
Gagasan tersebut juga menempatkan pembangunan tidak sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi memastikan adanya keadilan bagi daerah dan masyarakat.

Otonomi daerah, termasuk peluang pembentukan daerah otonomi baru, dinilai harus mampu membuka ruang bagi daerah mengembangkan potensi, memperkuat kemandirian, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Namun, otonomi tersebut perlu ditopang keadilan fiskal.

Daerah yang menjaga hutan, sumber air, dan lingkungan sebagai penyangga kehidupan nasional dinilai layak memperoleh manfaat yang lebih adil. Sebab, keadilan bukan hanya soal pembagian hasil, tetapi juga penghargaan atas kontribusi daerah.

Semangat tersebut terangkum dalam gagasan “Ngamumule alam, ngawangun kamajuan. Ngajaga budaya, nguatkeun bangsa. Ngahijikeun keberagaman, ngahontal kaadilan.”

Pesan itu menegaskan bahwa Sunda tidak semestinya hanya berbicara tentang masa lalu. Budaya menjadi akar, ilmu menjadi cahaya, kolaborasi menjadi kekuatan, dan keadilan menjadi tujuan.

Dari Tatar Sunda, nilai-nilai warisan karuhun diharapkan terus hidup dalam gagasan dan karya untuk melahirkan Indonesia yang lebih maju, adil, serta bermartabat bagi generasi mendatang. (*)

Oleh: DR. H. Rahmat Hidayat Djati, M.I.P.
(Ketua Komisi 1 DPRD Jawa Barat)

 

×
Berita Terbaru Update