![]() |
| Wali kota Bandung M.Farhan saat menerima Tim Persib Bandung U-18 (EPA Persib) |
Pernyataan
tegas itu disampaikan Farhan saat menemui tim dan orang tua pemain Elite Pro
Academy (EPA) Persib di Pendopo Kota Bandung, Senin (12/10/2026).
"Kami
dari Pemerintah Kota Bandung menyatakan sangat prihatin dan mengutuk keras
tindakan teror tersebut, karena teror kekerasan bukanlah bagian dari
olahraga," tegas Farhan.
Peristiwa
mencekam itu terjadi saat bus tim berhenti dalam perjalanan pulang usai berlaga
melawan Persis Solo. Sejumlah oknum tak dikenal tiba-tiba melakukan intimidasi,
melempari bus dengan batu hingga kaca pecah dan melukai pemain, serta
mengeroyok salah satu ofisial tim, Pandu Persada.
Langkah
konkret yang diambil Pemkot Bandung bersama dinas terkait meliputi:
Proses
Hukum & Pengusutan: Mendorong Kepolisian RI mengusut tuntas para pelaku
pengeroyokan dan perusakan armada.
Pendampingan
Psikologis: Menyediakan layanan pemulihan trauma (trauma healing) bagi para
pemain muda, ofisial, dan keluarga yang terdampak ketakutan.
Farhan bersama Tim dan Ortu pemain Elite Pro Academy (EPA) Persib
Penguatan
Pengamanan Laga Tandang: Mengusulkan opsi penyiapan personel Satpol PP dan
Dishub Kota Bandung untuk mendampingi perjalanan tim akademi pada laga away
mendatang.
Pelatih
Persib U-18, Tito Agung Setiawan, menyambut positif dukungan penuh dari
Pemerintah Kota Bandung. Ia mengapresiasi jaminan keamanan yang diberikan
sehingga mental bertanding para pemain muda dapat kembali pulih untuk
melanjutkan sisa kompetisi. (rob/red).
