Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Karya Disabilitas Binaan Kemnaker Tembus Trade Expo Indonesia, Siapkan BLK Khusus di Bekasi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:54 WIB Last Updated 2026-10-15T10:54:31Z
Klik
Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker RI Sugeng Heri Suseno



TANGERANG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Karya penyandang disabilitas berupa tas, dompet, dan aneka kerajinan tampil dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, pada 14–18 Oktober 2026. Sejumlah produk bahkan telah menembus pasar ekspor melalui pendampingan Rumah Kreatif, mitra Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam pemberdayaan penyandang disabilitas.

Capaian itu menunjukkan potensi penyandang disabilitas menghasilkan produk bernilai ekonomi dan menjangkau pasar lebih luas. Untuk membuka lebih banyak peluang serupa, Kemnaker memfasilitasi pelatihan bagi penyandang disabilitas melalui Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Bekasi.

Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker Sugeng Heri Suseno mengatakan pelatihan dirancang sesuai kebutuhan peserta agar keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk bekerja maupun berwirausaha.

“Peran utama Kemnaker adalah memastikan teman-teman disabilitas mendapatkan pelatihan terstruktur agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan pasar kerja. Sasarannya jelas, yaitu mengurangi tingkat pengangguran disabilitas dan mendorong kemandirian mereka,” ujar Sugeng dalam siaran pers Biro Humas Kemnaker, Rabu (14/10/2026).

Untuk mendukung pelatihan yang lebih inklusif, Kemnaker tengah membangun Balai Latihan Kerja (BLK) Khusus Penyandang Disabilitas di BPKK Bekasi, Jawa Barat. Balai ini dirancang agar peserta belajar dalam lingkungan aksesibel dengan fasilitas dan metode pembelajaran sesuai kebutuhan mereka.

Fasilitas yang disiapkan meliputi jalur landai, lift, jalur pemandu bagi tunanetra, serta toilet yang disesuaikan. Balai juga akan dilengkapi Digital Skills Lab untuk pelatihan pemrograman berbasis kecerdasan buatan, Batik & Craft Studio untuk keterampilan kriya, serta Laboratorium Terapi Sensori.

“Semua ruang kelas dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan penyandang tunarungu, tunanetra, tunadaksa, maupun disabilitas intelektual,” kata Sugeng.

Selain menyiapkan fasilitas, Kemnaker mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak yang mendampingi penyandang disabilitas dalam kegiatan produktif. Dengan begitu, perajin disabilitas mampu menghasilkan produk berstandar internasional.

Ke depan, Kemnaker akan memperluas pelatihan berbasis kompetensi dan pendampingan kerja bagi penyandang disabilitas ke berbagai daerah. Langkah ini diharapkan membuka akses lebih luas terhadap pekerjaan layak sekaligus mendukung mereka mengembangkan usaha secara mandiri. (*/red). 

 

×
Berita Terbaru Update