Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kemnaker dan GNIK Perkuat Kolaborasi, Siapkan SDM Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 23:14 WIB Last Updated 2026-10-17T16:14:17Z
Klik
Kemnaker dan GNIK perkuat Kolaborasi : Siapkan SDM Hadapi dunia kerja



JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) memperkuat kolaborasi untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Pengembangan keterampilan masa depan menjadi fokus agar tenaga kerja Indonesia mampu menghadapi perubahan dunia kerja sekaligus meningkatkan produktivitas nasional.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, pembangunan ketenagakerjaan harus melampaui penanganan persoalan hubungan industrial. Pemerintah dan praktisi manajemen SDM perlu memperluas kerja sama untuk memastikan program pelatihan benar-benar menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri.

Hal tersebut disampaikan Yassierli dalam acara Brainstorming GNIK Academy bertema “Solusi Kolaboratif Membangun The Future Skills untuk Indonesia” di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Yassierli, perkembangan kecerdasan buatan (AI), teknologi informasi, dan ekonomi hijau telah mengubah kebutuhan keterampilan tenaga kerja. Karena itu, pelatihan kerja harus terus diperbarui agar kompetensi pekerja tetap relevan dengan perubahan pasar kerja.

“Pembangunan ketenagakerjaan harus mampu menjawab tantangan riil di lapangan melalui perluasan ruang lingkup kerja sama, yang tidak sekadar menyelesaikan masalah hubungan industrial, melainkan berfokus pada peningkatan produktivitas,” ujarnya.

Ia juga mendorong perusahaan mengembangkan pola pembelajaran bersama melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman. Kolaborasi tersebut dinilai dapat memperluas akses pengembangan kompetensi tanpa membebani setiap perusahaan dengan biaya besar untuk membangun platform pelatihan sendiri.

“Isu keterampilan masa depan merupakan tantangan bersama lintas sektor. Alih-alih setiap perusahaan merintis platform mandiri berbiaya besar, mari satukan potensi dan pengetahuan yang ada ke dalam wadah pembelajaran kolektif,” katanya.

Menaker Yassierli bersama peserta Brainstorming GNIK Academy


Di sisi lain, Kemnaker tengah merampungkan sistem informasi pasar kerja terpadu untuk memetakan ketersediaan tenaga kerja dan kebutuhan industri. Sistem ini akan didukung pembaruan Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI), penyusunan daftar okupasi kritis, serta integrasi portal SIAPKerja dengan basis data Badan Pusat Statistik (BPS).

Melalui sistem tersebut, pemerintah diharapkan dapat menyusun kebijakan pelatihan yang lebih tepat sasaran berdasarkan kebutuhan nyata dunia kerja, termasuk mengidentifikasi jabatan dan keterampilan yang paling dibutuhkan industri.

Yassierli menegaskan, pemerintah siap menyediakan dukungan infrastruktur dan regulasi agar kolaborasi dengan GNIK dapat berkembang. Sinergi pemerintah, dunia usaha, dan praktisi SDM diharapkan memperluas kesempatan peningkatan kompetensi, khususnya bagi generasi muda.

“Prinsip utama yang senantiasa kita pegang teguh adalah dari, oleh, dan untuk GNIK dan Bangsa. Pemerintah siap memfasilitasi infrastruktur serta regulasi pendukung agar kompetensi generasi muda dapat berkembang secara optimal,” pungkasnya. (*/red).

×
Berita Terbaru Update