![]() |
| Menteri Tenagakerja Yassierli |
“Teman-teman
disabilitas tidak bisa langsung diserap begitu saja. Mereka harus dibekali
keterampilan yang memadai,” ujar Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Sabtu
(10/10/2026).
Gedung
dua lantai tersebut dirancang ramah disabilitas secara menyeluruh—mulai dari
ramp, lift, guiding block, hingga toilet khusus. Tidak hanya berfokus pada
akses fisik, kurikulum balai ini memadukan keahlian teknis modern, pembentukan
karakter, hingga kecakapan digital.
Sejumlah
fasilitas unggulan yang disiapkan meliputi:
Teknologi
& Kreatif: Digital Skills Lab untuk pemrograman berbasis kecerdasan buatan
(AI) serta Batik & Craft Studio.
Praktik
Mandiri: Laboratorium barista, Public Speaking Lab untuk simulasi wawancara
kerja, dan galeri pameran produk.
Pendukung
Mental & Kenyamanan: Layanan konseling psikologi karier, Laboratorium
Terapi Sensori, Healing Garden, hingga musala inklusif berfasilitas wudu
adaptif.
Ruang
kelas dirancang adaptif untuk mengakomodasi berbagai ragam disabilitas, baik
tunarungu, tunanetra, tunadaksa, maupun disabilitas intelektual.
Ke
depan, Kemnaker mendorong kolaborasi aktif dari dunia usaha untuk membuka pintu
seluas-luasnya bagi para lulusan BLK ini agar dapat berkarya secara mandiri di
sektor profesional. (*/red).
