Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kemnaker Latih 1.041 Penyandang Disabilitas Sepanjang 2026, Siapkan Pusat Pelatihan Khusus 2027

Jumat, 16 Oktober 2026 | 21:54 WIB Last Updated 2026-10-16T14:54:35Z
Klik
Menaker Yassierli bersama penyandang disabilitas yang sudah mendapatkan pelatihan vokasi

 
 
BEKASI, FAKTABANDAUNGRAYA,--- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatatkan capaian positif dalam membuka akses kesetaraan kerja bagi kelompok rentan. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, Kemnaker mencatat sebanyak 1.041 penyandang disabilitas telah lulus mengikuti program pelatihan vokasi, di mana mayoritas dari mereka kini telah terserap di dunia kerja maupun sukses berwirausaha secara mandiri.

Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, saat menghadiri Orientasi Peserta Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch V Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat, Jumat (16/10/2026).

"Menurut saya, 1.041 ini satu capaian yang luar biasa karena kita ingin menghadirkan kesempatan yang sama kepada teman-teman disabilitas. Sebagian besar dari mereka sudah bekerja dan membuka usaha sendiri," ujar Yassierli.

Siapkan Pilot Project Pusat Pelatihan Khusus Disabilitas pada 2027

Guna memperluas daya jangkau dan efektivitas pembinaan, Menaker mengumumkan rencana strategis Kemnaker untuk membangun pusat pelatihan vokasi khusus penyandang disabilitas di Bekasi pada tahun 2027 mendatang.

Menaker Yassierli bersama pelatihan vokasi

 

Gedung dan fasilitas pelatihan ini dirancang untuk menjadi percontohan (pilot project) nasional yang menyediakan materi keahlian inklusif dan relevan dengan kebutuhan industri masa kini.

Sejumlah program keahlian yang bakal difokuskan di pusat pelatihan khusus tersebut antara lain:

Teknologi Informasi (IT): Penguasaan literasi digital, pemrograman dasar, hingga pengelolaan data.

Layanan Pelanggan (Call Center): Keterampilan komunikasi dan operasional pusat bantuan.

Industri Kreatif & Jasa: Pelatihan menjadi barista profesional serta keterampilan menjahit.

Dampak Nyata di Lapangan

Manfaat nyata dari program pelatihan vokasi inklusif ini dirasakan langsung oleh Muhammad Fahri (21), alumni pelatihan barista BBPVP Bekasi yang merupakan penyandang disabilitas tunarungu. Usai menuntaskan pelatihan intensif selama satu bulan, Fahri kini telah resmi bekerja sebagai barista di sebuah kafe.

"Manfaatnya, setelah mengikuti pelatihan, saya mendapatkan pekerjaan. Sekarang saya sudah bekerja di sebuah kafe," tutur Fahri melalui penerjemah bahasa isyarat, seraya mengajak rekan-rekan disabilitas lainnya untuk tidak ragu mengasah potensi diri melalui program vokasi pemerintah. (*/red).

×
Berita Terbaru Update