![]() |
| Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning ( foto:ist) |
Upaya tersebut diwujudkan melalui
Pelatihan Advokasi Kesehatan di Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten
Bandung, Kamis (8/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPP PDI Perjuangan
Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning dan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono
Surono.
![]() |
| Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono, Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan. Ribka Tjiptaning & Relawan |
Ribka menilai persoalan KTP maupun
kepesertaan BPJS masih dapat menjadi penghalang bagi masyarakat ketika
membutuhkan pelayanan medis. Karena itu, relawan tidak cukup hanya membantu
urusan administrasi, tetapi harus mampu memberikan edukasi dan pendampingan
agar warga memahami serta mendapatkan hak kesehatannya.
“Kita ingin berbuat lebih banyak
agar rakyat bisa mendapatkan hak kesehatannya,” ujar Ribka.
Sementara itu, Ono mengungkapkan
jaringan relawan kesehatan yang disiapkan di Jawa Barat mencapai 6.611 orang,
terdiri atas 5.957 relawan di tingkat desa dan kelurahan, 627 koordinator
kecamatan, serta 27 koordinator kabupaten/kota. Angka 5.957 tersebut juga
sejalan dengan jumlah desa dan kelurahan di Jawa Barat.
Menurut Ono, pelatihan di Soreang
merupakan gelombang awal yang akan dilanjutkan di berbagai wilayah Jawa Barat
dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Namun, ia menegaskan pembentukan
jaringan bukan tujuan akhir. Setiap relawan nantinya wajib melaporkan warga
yang telah didampingi, sehingga kerja mereka dapat diukur dan dievaluasi.
Relawan yang tidak aktif pun terbuka untuk diganti.Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono
“Pelatihan ini bukan akhir. Setiap
relawan harus membuat laporan berapa warga yang sudah didampingi,” tegas Ono.
Jaringan tersebut diharapkan
menjadi penghubung bagi warga yang kesulitan mengakses rumah sakit, puskesmas,
BPJS, maupun program pembiayaan kesehatan lainnya. Dengan begitu, persoalan
kesehatan tidak berhenti pada ketersediaan fasilitas, tetapi juga memastikan
masyarakat benar-benar bisa mengaksesnya. (*/red).

