![]() |
| Ketum ASDEPSI Dr.Dodi Sukmayana, bersama Sekda Jabar Herman dan peserta Rakernas ASDEPSI III , Rooftop DPRD Jabar |
Pembukaan Rakernas III ASDEPSI dibuka
oleh Ketua DPRD Jawa Barat Dr. H. Buky Wibawa Karya Guna, M.Si., dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Dr. Drs.
Herman Suryatman, M.Si dan Nara Sumber
Perkuat Dukungan SekWan
Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa saat pembukaan mengatakan dan berharap forum Rakernas III ASDEPSI ini menghasilkan langkah konkret memperkuat dukungan sekretariat terhadap fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Ia menyoroti beratnya tugas Sekwan yang harus melayani dua atasan: gubernur dan ketua DPRD.

Ketua DPRD Jabar, Dr.Buky Wibawa
“Dari semua OPD, yang paling berat
tugasnya sebetulnya Sekwan. Atasannya dua: Pak Gubernur dan Ketua DPRD. Berdiri
di dua kaki itu bukan hal yang gampang,” ujarnya.
Buky menekankan kunci tugas ASN
sekretariat DPRD adalah pelayanan, pembangunan, dan pemberdayaan. “Kuncinya
adalah komitmen untuk menjalankan tugas sebagai Sekwan,” tegasnya.
Ditempat yang sama Ketua Umum
ASDEPSI Dr. H. Dodi Sukmayana, S.E., M.M yang juga Sekretaris DPRD Jabar mengatakan, forum Rakernas III ASDEPSI ini menjadi wadah
mengidentifikasi persoalan sekretariat DPRD sekaligus merumuskan rekomendasi
bersama untuk pemerintah pusat. “Yang akan kita hasilkan nanti adalah
rekomendasi dan kesepakatan bersama sekretariat DPRD seluruh Indonesia terkait
persoalan-persoalan yang dihadapi,” kata Dodi di sela kegiatan.
Rakernas III ASDEPSI kali ini
membawa tiga isu strategis untuk direkemendasikan ke Pemerintah Pusat yakni
terdiri dari :
1.
Bimtek
dan Persoalan Pembiayaan
Isu pertama menyangkut peningkatan
kapasitas dan kapabilitas DPRD, termasuk bimbingan teknis (bimtek). Dodi
menyoroti pembiayaan bimtek yang berkaitan dengan partai politik melalui APBD.
Menurutnya, ada pandangan dari Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah bahwa
bimtek berbasis partai politik tidak dapat dibiayai APBD. ASDEPSI pun
menghadirkan narasumber dari Kemendagri agar pelaksanaan peningkatan kapasitas
DPRD memiliki landasan kebijakan yang jelas.
2.
Beban
Kerja dan Kelembagaan Sekretariat.jpeg)
Ketum ASDEPSI sekaligus Sekretaris DPRD Jabar Dr.H. Dodi Sukmayana
Isu kedua soal penataan kelembagaan
sekretariat DPRD agar sebanding dengan beban kerja. Dodi mencontohkan Jawa
Barat dengan penduduk sekitar 51 juta jiwa, luas wilayah kurang lebih 37.000
kilometer persegi, dan 120 anggota DPRD. Besarnya cakupan itu meningkatkan
kebutuhan pelayanan administratif dan dukungan kelembagaan.
Ia menilai pengaturan melalui
Permendagri Nomor 104 Tahun 2016 yang masih mengacu PP Nomor 18 Tahun 2016
perlu dikaji ulang. “Beban tugasnya begitu kompleks, sehingga perlu ada
penataan kelembagaan yang sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.
3.
Dorong
Regulasi Tata Naskah dan Kearsipan
Isu ketiga adalah tata administrasi
DPRD, terutama regulasi khusus soal tata naskah dinas dan kearsipan di lembaga
legislatif daerah. Dodi menyebut tata naskah pada perangkat daerah sudah punya
acuan tersendiri, sementara DPRD belum. ASDEPSI mendorong regulasi lebih
spesifik untuk tertib administrasi dan keseragaman tata kelola.
Hasil Rakernas tidak berhenti
sebagai diskusi internal. Rekomendasi akan disampaikan ke Kemendagri, mencakup
penguatan kapasitas DPRD, penyesuaian kelembagaan sekretariat, dan penyusunan
regulasi tata administrasi. Pungkasnya. (sein).
