Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Jadikan JTX 2017 Sebagai Ajang Promosi & Pengembangan Kepariwisataan Jabar

Rabu, 17 Mei 2017 | 14:24 WIB Last Updated 2017-05-20T07:24:39Z
Klik
Ida Hernida, Kadisparbud Jabar (foto:husein)
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA.COM,- Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Ida Hernida SH M.Si mengatakan kegiatan Jawa Barat Travel Exchange (JTX) 2017 bagi Disparbud Jabar merupakan ajang Promosi dalam mengembangkan Kepariwisataan Jabar, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Local, Regional maupun Mancanegara. Karena melibatkan berbagai eleman masyarakat kepariwisataan. 

Menurut Ida Hernida, pemerintah provinsi Jabar melalui Disparbud terus berupaya meningkatkan tingkat kunjungan wisata. Dan Alhamdulillah, Wisman ke Jabar tahun 2016 mencapai 1.754.715 orang. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang mencapai 1.067.271. Sedangkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke objek wisata di Jawa Barat tahun 2016 sebesar 19.523.978 orang, meningkat 1.484.502 orang dari tahun sebelumnya.

Hal ini dikatakan Kadisparbud Jabar Ida Hernida dalam acara pembukaan Jawa Barat Travel Exchange (JTX) 2017, Rabu (17/5), di Arya Duta Hotel Jl. Merdeka No. 51 Kota Bandung.

Dikatakan, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawanke Jabar, merupakan hasil kerja keras kita semua, dalam upaya pengembangan sektor kepariwisataan di Jawa Barat, dimana didalamnya terdapat kegiatan promosi, marketing kepariwisataan.

“Saya memandang penting kegiatan Jawa Barat Travel Exchange ini sebagai salah satu upaya promosi dan marketing di sektor pariwisata Jawa Barat. Muatan strategis dalam JTX ini, berkumpulnya tiga pelaku utama dalam pengembangan kepariwisataan, yaitu pemerintah sebagai penyelenggara administrasi negara, masyarakat usaha pariwisata sebagai motor penggerak, dan peran masyarakat umum lainnya yang akan memperoleh manfaat secara langsung dan tidak langsung.

Ida juga mengatakan, Jawa Barat memiliki keragaman daya tarik wisata, baik alam, budaya maupun buatan, yang dikenal dengan ”gurilaps” (gunung, rimba, laut, pantai dan seni budaya) serta budaya someah hade ka semah, juga Destinasi Pariwisata siap kunjung yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

Potensi Kepariwisataan Jabar cukup besar dan banyak , namun belum secara optimal dapat digali dan dikembangkan, sehingga belum seluruhnya memiliki nilai jual ekonomi sebagai daya tarik wisata, disamping masih banyaknya permasalahan-permasalahan yang dihadapi, seperti sarana, prasarana dan aksesibilitas yang masih kurang menunjang, sumber daya manusia pariwisata, promosi yang belum menyeluruh, rendahnya investasi terhadap pembangunan obyek dan daya tarik wisata serta yang lainnya. Untuk itu dibutuhkan berbagai upaya yang lebih terarah dan terpadu dengan melibatkan seluruh stakeholders.

Untuk itu, Ida berharap, Penyelenggaraan Jawa Barat Travel Exchange (JTX) 2017 dapat menjadi salah satu momentum bagi para stakeholder pariwisata, untuk ikut serta berpartisipasi dalam upaya memajukan pembangunan kepariwisataan Jawa Barat, karena pembangunan pariwisata memberikan kontribusi yang tidak sedikit terhadap pendapatan daerah dan negara (devisa), dapat membuka potensi peluang usaha dan lapangan kerja, tandasnya. (sein).
×
Berita Terbaru Update