Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pangdam Siliwangi-Kapolda Jabar Pimpin Apel Akbar Kebangsaan Ansor-Banser

Rabu, 10 Mei 2017 | 19:43 WIB Last Updated 2017-05-10T13:21:59Z
Klik

BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA.COM,-- Panglima Kodam III/ Siliwangi Mayjen TNI M.Herindra dan Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charlian memimpin apel akbar Kebangsaan Gerakan Pemuda (GP) Ansor –Banser se Jabar di Lapangan Monumen Perjuangan Jawa Barat, Rabu (10/05)
Apel Kebangsaan dengan tema “Mencerahkan warga, menggerakkan bangsa” diikuti sekitar 15.000 orang yang terdiri atas anggota Banser dan GP Ansor, tokoh agama, dan beberapa Bupati/ Walikota se Jabar

Dalam amanatnya, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI M Herindra, memberikan apresiasi yang tinggi kepada GP Ansor dan Banser wilayah Jawa Barat yang telah berinisiatif untuk menyelenggarakan apel kebangsaan yang salah satu tujuannya adalah menyatukan tekad seluruh pemuda Ansor Jawa Barat untuk siap bersama-sama dengan komponen lainnya dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan, kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Herindra secara tegas mengatakan, bangsa Indonesia saat ini menghadapi ancaman fisik maupun nonfisik, dimana, ancaman tersebut diwujudkan dengan cara membenturkan keberagaman Indonesia melalui penyebaran berita-berita palsu atau hoax yang mengandung unsur adu domba terhadap komponen-komponen yang ada di Indonesia.

Untuk itu, Pangdam meminta, apabila didaerah lingkungan tempat tinggal kita ada indikasi perilaku yang menyimpang yang dapat merusak keutuhan NKRI, harus segera cepat dilaporkan kepada apparat Kepolisian dan TNI. Hal ini tidak boleh dibiarkan dan harus cepat diredam sebelum terjadi konflik fisik yang meluas sampai kepada perpecahan bangsa.

“Kondisi tersebut tentunya menuntut kepedulian dan peran serta berbagai pihak yang terkait secara langsung dan tidak langsung tanpa terkecuali pemuda Ansor. Mencermati perkembangan tersebut, saya berharap kepada seluruh pemuda Ansor – Banser, dimana pun berada untuk dapat menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI di wilayah Jawa Barat,” pinta Herindra.

Pangdam juga mengimbau agar melaporkan jika menjumpai atau menemukan hal-hal tersebut, sehingga tidak ada yang bertindak atau main hakim sendiri. Karena menurutnya, semua tindakan tersebut bisa jadi bukannya meredam, tetapi malah akan memperkeruh situasi.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kapolda Jabar Irjen (Pol) Anton Charliyan mengatakan pihaknya menghormati kebijakan yang diambil pemerintah ihwal rencana pembubaran HTI. Polda Jabar, kata dia, akan mengamankan kebijakan tersebut di tingkat Jawa Barat.

"Kalau harus dibubarkan ya akan kita bubarkan. Kalau dibekukan akan dibekukan. Tentu pemerintah melakukan ini punya alasan sendiri. Akan kita jaga amanah pemerintah ini," ujar Kapolda Jabar.

“Saya percaya bahwa GP Ansor dan Banser yang langsung berada di tengah-tengah masyarakat memiliki peran yang sangat vital dalam membantu menyadarkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan nasional termasuk juga di Jawa Barat ini, ucapnya.

Pangdam maupun Kapolda, mengajak kepada Gerakan Pemuda Ansor – Banser, NU dan seluruh tokoh pemuda yang ada di Indonesia agar menyatukan tekad untuk bersama-sama membela negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena menurut kedua Jendral itu, saat ini Indonesia sedang dihadapkan dengan berbagai isu yang mengarah pada terganggunya kondusifitas negara Republik Indonesia, ajaknya.

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Coumas mengatakan, GP Ansor dan Banser siap bekerjasama dan bersinergi dengan apparat negara (Polri-TNI) dalam mempertahankan negara dari segala ancaman demi keutuhan NKRI.

“Apakah saudara siap membela dan mempertahankan keutuhan NKRI dari berbagai ancaman ?... “Siapppp”, teriak peserta apel secara serentak.

GP Ansor dan Banser, siap mendorong pemerintah dalam membubarkan ormas yang tidak berasaskan Pancasila dan UUD 45, apalagi sampai menjurus mengganggu keutuhan NKRI, GP Ansor dan Banser siap menjadi garda terdepan untuk melewannya, tandas Yaqut Cholil. (sein/edy)






×
Berita Terbaru Update