![]() |
| Jajaran Komisaris dan Direksi Solusi Bangun Indonesia dalam RUPS Tahunan yang memutuskan penggunaan 50% dari laba bersih tahun 2025 sebanyak Rp329,3 miliar sebagai dividen bagi pemegang saham. |
Pembagian dividen tersebut menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, sekaligus menjaga ketahanan bisnis di tengah tantangan industri semen nasional.
Direktur Utama Rizki Kresno Edhie Hambali mengatakan, tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan bagi industri semen akibat tekanan pasar dan penurunan konsumsi domestik. Namun, melalui transformasi bisnis dan penguatan sinergi bersama induk usaha, perusahaan tetap mampu menjaga profitabilitas.
“Melalui disiplin operasional, penguatan sinergi bersama SIG, serta transformasi komersial, perseroan mampu mempertahankan fundamental bisnis untuk pertumbuhan jangka panjang,” ujar Rizki.
Selain menyetujui pembagian dividen, RUPS juga mengesahkan sejumlah agenda lainnya, di antaranya persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025, penetapan remunerasi direksi dan komisaris, perubahan anggaran dasar perusahaan, serta penunjukan Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan sebagai auditor laporan keuangan tahun buku 2026.
Sepanjang 2025, industri semen domestik masih menghadapi tantangan akibat kelebihan kapasitas produksi, tingginya biaya energi dan komoditas, serta ketatnya persaingan pasar. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan laba bersih perusahaan yang dipengaruhi kontraksi volume industri sebesar 4,5 persen dan turunnya konsumsi semen nasional sebesar 1,5 persen.
Meski demikian, strategi transformasi yang dijalankan bersama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG dinilai berhasil menciptakan titik balik kinerja perusahaan sejak semester kedua 2025.
![]() |
| Solusi Bangun Indonesia mendorong percepatan transisi energi melalui pemanfaatan Hydrogen Rich Gas jadi industri semen. |
Sementara itu, laba bersih kuartal I 2026 melonjak 111 persen menjadi Rp101,89 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan kinerja tersebut ditopang efisiensi operasional, penguatan pemasaran dan penjualan, serta keterlibatan perusahaan dalam berbagai proyek infrastruktur.
Ke depan, perusahaan berkomitmen melanjutkan transformasi bisnis melalui peningkatan efisiensi operasi, pengendalian biaya, optimalisasi penggunaan bahan bakar alternatif, serta penguatan layanan pelanggan.
Selain fokus pada pasar domestik, Solusi Bangun Indonesia juga mulai memperluas pasar ekspor. Perseroan telah menyelesaikan pengembangan dermaga dan fasilitas produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur, yang dipersiapkan untuk ekspor perdana ke pasar Amerika Serikat.
Fasilitas tersebut memiliki kapasitas ekspor antara 500 ribu hingga 1 juta ton semen per tahun dan diharapkan mampu meningkatkan utilisasi produksi serta memperkuat daya saing perusahaan di pasar internasional. (*/red).

