Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pemkot Bandung Tertibkan PKL dan Bangunan Liar di Dipatiukur, Mayoritas Bongkar Mandiri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:53 WIB Last Updated 2026-06-24T13:53:40Z
Klik
Satpol PP membantu PKL jalan Dipatiukur yang kiosnya dibongkar



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerintah Kota Bandung menertibkan 63 bangunan liar dan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di atas trotoar dan saluran air di kawasan Jalan Dipatiukur, Rabu (24/6/2026). Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi ruang publik sekaligus mendukung penataan wajah kota yang lebih tertib, aman, dan nyaman.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan penertiban merupakan kelanjutan dari program penataan kawasan yang sebelumnya diawali melalui kegiatan bersih-bersih bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebelum tindakan dilakukan, pemerintah telah memberikan kesempatan kepada para pemilik bangunan untuk melakukan pembongkaran secara mandiri.

“Sebagian warga dengan pendampingan pengurus wilayah sudah membongkar sendiri bangunannya. Bagi yang belum, kami bantu melakukan pembongkaran. Prinsipnya, trotoar harus kembali pada fungsi utamanya sebagai ruang bagi pejalan kaki,” ujar Farhan.

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, menjelaskan mayoritas bangunan telah dibongkar secara mandiri setelah melalui tahapan sosialisasi dan penerbitan Surat Peringatan (SP) 1, SP 2, hingga SP 3. Pendekatan persuasif dinilai efektif karena memberikan kesempatan kepada pemilik untuk memanfaatkan kembali material bangunan yang masih bernilai ekonomis.

Bangli PKL di bongkar Satpol PP menggunakan alat berat


Menurut Bambang, bangunan yang berdiri di atas trotoar dan saluran air melanggar ketentuan dalam Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 9 Tahun 2019 karena mengalihfungsikan fasilitas umum.

“Penataan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang publik yang tertib dan nyaman bagi masyarakat. Setelah Dipatiukur dan Singaperbangsa, kami akan melanjutkan penataan di sejumlah titik lainnya secara bertahap dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis,” katanya.

Pemkot Bandung berharap dukungan masyarakat terhadap program penataan kota terus meningkat sehingga ruang publik dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya serta menjadikan Bandung semakin tertata, bersih, dan ramah bagi seluruh warga. (ray/red).

×
Berita Terbaru Update