Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sosialisasi Kurang Maksimal, Terget SMA Terbuka dan SMK PJJ di Jabar Tidak Tercapai

Rabu, 08 November 2017 | 19:26 WIB Last Updated 2017-11-09T12:46:37Z
Klik
DR.Dodin R Nuryadin, Kabid PMK Disdik Jabar 
JABAR, FAKTABANDUNGRAYA.COM,-- Keinginan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan angka partispasi kasar (APK) Pendidikan melalui program SMA Terbuka dan SMK Pendidikan jarak Jauh (SMK PJJ) dengan target sebanyak 100ribu siswa tidak tercapai, hanya mampu meraih 30ribu siswa.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) Dinas Pendidikan Jabar, DR. Dodin R Nuryadin, ada beberapa kendala penyebab tidak tercapainya target. Diantaranya, kurang maksimalnya melakukan sosialiasi; wilayah yang sangat luas dengan geografis yang berjauhan. Disamping itu, sekolah juga ada keterbatasan dan jarak keberadaan TKB-TKB itu sangat jauh dari sekolah yang bersangkutan, walaupun ada juga yang dekat tapi sedikit. Bahkan ada yang lintas kabupaten.

Selain itu, masih adanya kekhawatiran masyarakat dengan istilah Sekolah Gratis tapi nyatanya bayar. Karena masyarakat tidak mendapatkan informasi yang jelas dan lengkap, kata Dodin R Nuryadin saat ditemui di ruang kerja Bidang PMK Disdik Jabar, Rabu ( 08/11).

Dikatakan, kendala dan permasalahan yang menjadi penyebab tidak tercapainya target meraih 100ribu, sudah kita kaji dan evaluasi, agar tidak terjadi lagi di tahun-tahun yang akan datang, ujarnya.

Dodin mengungkapkan, pihak Disdik Jabar, dalam berbagai kesempatan, telah mensosialisasikan kepada masyarakat dan pihak Sekolah bahwa TBK SMA Terbuka dan SMK PJJ, tidak sepeserpun ditarik biaya alias Gratis. Karena semua pembiayaan kebutuhan pendidikan SMA Terbuka dan SMK PJJ semuanya ditanggung oleh pemerintah baik melalui APBD maupun APBD Jabar.

Lebih lanjut dijelaskan, Pendataan SMA Terbuka dan SMK PJJ dilakukan sejak PPDB Sekolah Reguler selesai, barulah kita kumpulkan data berapa banyak anak-anak dari seluruh Kabupaten/kota yang tidak tertampung di sekolah regular baik negeri maupun swasta, maka kita arahkan ke Sekolah Menengah Umum (SMA) Terbuka atau ke SMK Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).

Siswa yang diterima di SMA Terbuka dan SMK PJJ, tidak terbatas hanya anak lulusan tahun 2017 saja tetapi lulusan tahun sebelum dengan batas usia maksimal 22 tahun saat lulus sekolah nantinya. Bahkan anak yang lulusan SMP/sederajat yang sudah bekerja maupun yang sudah berumah tangga dapat diterima di SMA Terbuka atau SMK PJJ, jelasnya.

Sedangkan proses rekrutman calon siswa SMA Terbuka dan SMK PJJ, berlangsung sampai akhir bulan Oktober lalu, berhasil dikumpulkan ada sebanyak sekitar 30.000 anak, yang masuk SMA Terbuka ada sebanyak kurang lebih 18.ribu siswa dan SMK PJJ ada sebanyak kurang lebih 12.ribu siswa, semuanya sudah terdaftar di TKB-TKB se Jabar.

Kenapa SMA lebih banyak karena SMU lebih umum, kalau SMK tentu kita harus memilih sekolah induk yang di TKB-nya itu kompetensinya itu disesuaikan dengan potensi daerah yang bersangkutan. Untuk itu, kita pilih sekolah yang cocok untuk induknya.

Walaupun, target 100ribu hanya tercapai 30ribu siswa ditahun ajaran 2017 ini, namun menurut pihak Kemendikbud RI dan Simolek sebagai fasilitar sudah dianggap luar biasa dalam waktu hanya beberapa bulan sudah mampu mendapatkan sebanyak 30.ribu siswa. Insya Allah tahun depan kita mampu mendapatkan 100ribu siswa, ujar Dodin penuh optimis.

Dodin juga mengatakan, saat ini seluruh siswa SMA Terbuka dan SMK PJJ telah memasuki tahap pembelajaran di TKB masing-masing.

Adapun pola pembelajarannya menggunakan modul, materi pembelajaran sudah kita siapkan, ada fisitasi seminggu sekali, ada guru kunjung ke TKB. Selain itu ada juga guru pamong yang mengelola dan bertanggung jawab atas proses belajar mengajar.

Sedangkan khusus SMK PJJ, siswa yang akan melakukan praktek ada kemudahan, misalkan jurusan teknik sepeda motor, karena siswa sudah kerja di bengkel motor, maka prakteknya sudah pintar, nanti dia bisa loncot penyesuaian , karena dianggap sudah pintar.

Alhamdulillah, sejak dibukanya SMK PJJ, banyak perusahaan swasta dan bahkan sekolah swasta yang mendukung, tandasnya. (sein).
×
Berita Terbaru Update