![]() |
| Press Conference dan Premiere Butter Baby |
Film tersebut mengungkap asal-usul
Butterlandia, planet tempat Butter Baby berasal, serta misi besar sang karakter
untuk mengumpulkan 500 triliun ton butter demi menyelamatkan dunianya yang perlahan
sekarat. Melalui cerita ini, Butter Baby memperluas perannya dari sekadar brand
kuliner menjadi sebuah intellectual property (IP) berbasis storytelling dan
komunitas.
Founder Butter Baby, Nick Burch dan
Henry Burch, mengatakan film animasi ini merupakan fondasi dari semesta yang
dibangun bersama komunitas di Indonesia selama bertahun-tahun.
“Ini bukan sekadar cerita tentang
karakter, tetapi tentang hubungan, perjalanan, dan dunia yang tumbuh bersama
komunitas kami sejak hari pertama,” ujar keduanya.
CEO Butter Baby, Shane Lewis,
menambahkan bahwa kekuatan Butter Baby tidak hanya terletak pada produknya,
tetapi juga pada cerita yang mampu menciptakan keterikatan emosional dengan
para penggemarnya. Menurutnya, Indonesia menjadi inspirasi utama dalam
membangun identitas dan arah perkembangan brand tersebut.
| Press Conference dan Premiere Butter Baby |
Sebagai bagian dari ekspansi,
Butter Baby juga akan membuka gerai kelimanya di Terminal 3 Bandara
Internasional Soekarno-Hatta pada 19 Juni 2026. Kehadiran instalasi ikonik
setinggi delapan meter di area keberangkatan menjadi simbol dimulainya
perjalanan Butter Baby dari Indonesia menuju panggung global.
Melalui The Story of Butterlandia,
Butter Baby tidak hanya memperkenalkan sebuah film animasi, tetapi juga membuka
pintu menuju semesta cerita yang terus berkembang, dengan Indonesia sebagai
titik awal perjalanannya. (*/red).
