Ingin Mandiri Kelola Limbah, PT Koriester Bangun IPAL

RANCAEKEK - Ingin mandiri kelola limbah pabriknya, PT Koriester akhirnya membangun IPAL sendiri. Keputusan ini dilakukan sejak penutupan lubang pembuangan limbah milik PT Central Sandang Prima (CSP) pada 11 Juli 2018 lalu oleh Satgas Sektor 21. Penutupan lubang pembuangan limbah rupanya tak hanya berdampak pada PT CSP saja, namun berdampak juga pada PT  Koriester. Pasalnya selama ini kedua pabrik yang berlokasi di Jalan Raya Rancaekek, Kabupaten Sumedang ini memanfaatkan IPAL secara bersama.

Karena ingin bertanggung jawab secara langsung terhadap limbahnya, PT Koriester sejauh ini telah menyelesaikan pekerjaan 80 persen pembangunan IPAL.

Menurut Ratmi, mewakili pihak manajemen PT Koriester mengatakan IPAL yang sedang dibangun akan mengolah limbah dengan metode Kimia-Fisika.

"Sejauh ini sudah 80 persen, kapasitas pengolahan 700 kubik, dan kapasitas Inlet 900 kubik," ujar Ratmi, Senin (1/10).

"Dengan memiliki pengolahan IPAL secara mandiri dan dikelola hingga menghasilkan limbah yang sesuai apa yang diinginkan satgas, nantinya agar kemudahan proses perijinan IPLC juga dilancarkan oleh dinas terkait," harap Ratmi.

"Bulan depan insya allah sudah mulai dilakukan trial (uji coba-red), kalo sudah selesai pembangunan dan trial selanjutnya memproses perijinan IPLC," tambah Aep, selaku operator IPAL PT Koriester. (Cuy).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.