Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Mau Jadi Kepala Sekolah, Harus Ikut Seleksi “KASEP”

Jumat, 19 Oktober 2018 | 14:07 WIB Last Updated 2018-11-13T07:08:32Z
Klik

BANDUNG, faktabandungraya.com,-- Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan membuka peluang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Guru menjadi calon Kepala Sekolah Profesional. Bagi ASN Guru yang berminat dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi “Si Kasep” (Sistem Seleksi Kepala Sekolah Profesional). Pendaftaran berlangsung pada 22 Oktober hingga 2 November 2018.
Berdasarkan Informasi dari Humas Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, pendaftaran dilakukan secara online melalui alamat website www.disdik.bandung.go.id/sikasep. Persyaratan dan tahapan seleksi dapat diunduh di website.

Pendaftar hanya tinggal memasukan identitas single sign on (SSO) yang sudah dibagikan melalui operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di sekolah. “Pendafatrannya mudah, guru hanya tinggal login ke website Si Kasep, kemudian mengisi data dan mengupload file-file persyaratan yang dibutuhkan” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Disdik Kota Bandung, Cucu Saputra, Jumat (19/10-18).

Menurut Cucu, sistem daring seleksi calon kepala sekolah ini merupakan inovasi Disdik Kota Bandung. Tujuannya untuk menyelenggarakan seleksi yang transparan dan akuntabel dalam upaya memperoleh kepala sekolah yang profesional.

“Aplikasi ini sangat mudah digunakan, jadi kami membuka peluang seluas-luasnya bagi ASN Guru untuk mendaftar,” kata Cucu.

Aplikasi Si Kasep diharapkan dapat menyeleksi calon kepala sekolah yang nantinya menghasilkan kepala kekolah profesional yang mau mengabdikan diri untuk membangun pendidikan Kota Bandung.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Bandung, Elih Sudiapermana mengatakan, guru ASN yang memenuhi persyaratan dapat mendaftarkan diri maupun didaftrakan oleh rekan sejawat.

Bagi guru yang mengusulkan diri sendiri atau diusulkan sejawat dan belum direkomendasi kepala sekolah, maka calon peserta akan dibahas bersama tim seleksi dan kepala sekolah terkait, sehingga akhirnya memenuhi syarat mendapat rekomendasi.

“Ini dilakukan agar tidak hilang kesempatan karena ada 'bottleneck' di sekolah,” tambah Elih.

Elih berharap, para kepala sekolah dan pengawas ikut memberi motivasi dan membantu Disdik menemukan mutiara-mutiara yang masih terpendam. “Kami yakin, guru-guru di Kota Bandung banyak yang akan berpartisipasi untuk meningkatkan pendidikan yang bermutu, berkeadilan, dan berwawasan lingkungan di Kota Bandung. (hms/sein).
×
Berita Terbaru Update