Tindaklanjuti Laporan Warga Ciwidey, Satgas Subsektor 21-12 Angkat Tumpukan Sampah Di Sungai

CIWIDEY, faktabandungraya.com,--- Satgas citarum sektor 21 subsektor 12 Soreang dan Kutawaringin bersama warga angkat tumpukan sampah di 3 titik lokasi yang berada di aliran sungai Cigedik, perbatasan antara kampung Mumunggang desa Ciwidey dan kampung Ciloa 1 desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Minggu (1/9/19).

Dikatakan Serda Ruslandi, selaku Dansubsektor 21-12, kegiatan ini dilakukan atas dasar menindaklanjuti laporan warga yang diterima satgas pada hari sebelumnya (Sabtu, 31/8/19) terkait adanya penumpukan sampah di aliran sungai. "Setelah kita (satgas) survei ke lapangan ada 3 titik lokasi penumpukan sampah di sepanjang sekitar 300 meter aliran sungai. Kita menentukan jadwal, untuk itu hari ini langsung sama sama kita kerjakan," ujar Ruslandi.

Sebenarnya, kata, untuk lokasi sungai yang dikerjakan hari ini berada jauh dari wilayah Subsektor 21-12, karena saat ini tengah fokus di aliran yang ada di wilayah Kecamatan Soreang dan Kutawaringin.


"Namun kami akan tetap menindaklanjuti laporan warga bila ada terdapat pencemaran di aliran sungai. Meski disini (Ciwidey) termasuk wilayah hulu dari Kutawaringin dan Soreang, namun jaraknya cukup jauh sekitar 15 kilometer dari subsektor 12. Kedepan kami akan sesekali memantau dan memberikan sosialisasi kepada warga untuk tidak buang sampah lagi ke sungai," tuturnya.

"Selama ini kami (satgas) masih terfokus di wilayah Soreang dan Kutawaringin, untuk di Ciwidey sesekali akan kami pantau, pertimbangannya karena lokasi yang cukup jauh dan personil terbatas," tambahnya.


Dari kegiatan ini, satgas dan warga berhasil mengangkat tumpukan sampah di 3 lokasi seberat kurang lebih 1,4 Ton sampah yang sudah dikemas puluhan karung. Sampah yang berhasil diangkat dari sungai ternyata menemui kendala, karena perangkat RW tidak memiliki armada pengangkut sampah dan lokasi pembuangan sampah.

Namun berkat koordinasi dan tanggungjawab mandiri satgas citarum Subsektor 21-12, biaya angkut sampah dan lokasi pembuangan akhirnya bisa dilakukan.

"Untuk biaya angkutan kami (satgas) yang tanggung, untuk lokasi pembuangan sampah, kami sudah berkoordinasi dengan pengelola sampah yang ada di pasar terdekat," terang Serda Ruslandi.

Sementara, Ade Lukman Ketua RW 14 desa Ciwidey mengatakan bahwa tumpukan sampah di 3 titik lokasi sebanyak ini terjadi selama 3 bulan.

"Sebenarnya pengelolaan sampah di tingkat rw pernah berjalan selama 5 bulan, melalui pola iuran. Tapi mandek, karena kesulitan tempat membuang sampah yang akhirnya sampah menumpuk," ucapnya.

Dengan keberadaan Satgas Citarum Harum, dirinya berharap agar kedepan sungai di wilayah sini (Ciwidey) tetap dipantau, dan berkoordinasi dengan pemerintahan setempat, baik tingkat desa hingga kecamatan, untuk mendorong dalam menanggulangi permasalahan sampah," harapnya. (Cuy)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.