Belum Bayar SPP dan Uang Pembangunan, Siswa SMK YAMSIK Kuningan Tidak Boleh Ikut Ujian

KUNINGAN - Faktabandungraya.com-- Pemerintah Pusat melalui Program Indonesia Pintar (PIP) bertujuan untuk mensukseskan Wajib Belajar 12 tahun dan juga untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan. Namun, sungguh miris, ternyata di Kabupaten Kuningan, ada pihak sekolah melarang dan tidak mengijinkan siswa-siswinya yang belum membayar SPP dan Uang Pembangunan untuk mengikuti ujian semester. 

Sikap penolakan manajemen Sekolah SMK Bisnis Managemen dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (SMK YAMSIK) di bawah naungan Yayasan Pembina Masyarakat Islam Kuningan (Yamsik-red) terhadap siswa yang belum bayar SPP dan Uang Pembangunan (uang tahunan), cukup mengkagetkan para orang tua siswa.

Menurut salah seorang siswa yang tidak berkenan disebutkan namanya mengatakan, anaknya dipinggil pihak Sekolah, agar segera melunasi uang SPP sebesar Rp 125.000,- sampai bulan Desember 2019 dan juga harus membayar uang tahunan ( bangunan) sebesar Rp.1.650.000,-.

“Saya diancam pihak sekolah, kalau tidak melunasi SPP sampai bulan Desember dan membayar uang tahunan, tidak bisa mengikuti ujian semester ganjil TA 2019-2020”, ujar salah seorang siswa SMK YAMSIK Kuningan kepada faktabandungraya.com, dirumahnya, Jum’at ( 29/11-2019).

Apa yang disampaikan siswa SMK YAMSIK Kuningan tersebut, dibenarkan oleh Nani Melani (32) yang berlamat Desa Karang Tawang Rt.23/03, kampung Jatinunggal, Kec. Kuningan kab. Kuningan, Jawa barat.

“Benar sekali mas, hal ini juga terjadi pada anak saya, anak saya sudah dua hari tidak bisa mengikuti ujian sekolah sejak hari Kamis dan Jumat”, ujar Nani.

Sikap sekolah yang tidak memberikan konpensasi terhadap siswa dan orangtua siswa yang belum mampu membayar SPP dan uang tahunan, sangat kita sayangkan. Tidak seharus berbuat demikian. Namun, kami selaku orangtua siswa tentunya masih berharap ada kebijakan pihak sekolah, agar anak-anak/ siswa SMK Yamsik tetap diijinkan mengikuti ujian semester, harapnya.

Sementara itu terkait keluhan para siswa dan dan orangtua siswa, faktabandungraya.com mendatangi Sekolah SMK Yamsik untuk mengkorfirmasi atas keluhan siswa dan orangtua siswa.

Di SMK Yamsik, faktabandungraya.com diterima diterima Asep, S.Pdi Sebagai salah satu staf didampingi Darsono mengatakan Kepala Sekolah dan bendahara sudah pulang semua, mas. Silahkan konfirmasi langsung ke Kepala Sekolah.

Saat dikonfirmasi melalui telepon selurunya, Kepala Sekolah SMK Yamsik, Dadi Susanto, S. Kom, mengatakan, tidak ada siswa yang tidak mengikuti ujian, semuanya mengikuti ujian.

Sedikit mengelak, Dadi mengatakan, bahwa tidak pihak sekolah tidak melakukan apa yang disangkakan oleh teman-teman media, pasalnya yang dilakukan sekolah sudah melakukan yang terbaik sehingga anak didik semuanya mengikuti ujian, menyangkut edukasi yang diberikan pihak sekolah terhadap anak didiknya sudah melakukan sedemikian rupa, baik pembinaan mental maupun mpembinaan lainnya.

Masih Menurut pengakuan Dadi, bahwa dirinya menanyakan ke pihak bendahara, menyangkut Kartu ujian yang belum diambil oleh siswa masih ada empat Kartu Ujian, dan kalau orang tuanya datang ke sekolah pihak sekolah juga memberikan kartu ujiannya, kejadian ini juga bukan disekolah ,"Kami, saja, tuturnya

Disisi lain ketika pihak sekolah kedatangan wartawan dan memberikan partisipasi untuk membayar uang tahunan terhadap siswa yang tidak mengikuti ujian, pihak sekolah langsung memberikan kartu ujian, kepada wartawan, dikarenakan kepedulian rekan-rekan pencari berita ini terhadap anak sekolah yang tidak mampu, untuk mengikuti ujian disekolahnya. (M. Mansur).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.