![]() |
| Bank bjb mendukung penuh program " Rumah Nyaman USaha Berkembang" |
Forum ini menjadi bagian dari strategi
bank bjb dalam mendukung pemerataan kepemilikan rumah serta penguatan sektor
usaha, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Barat
dan sekitarnya. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan,
mulai dari kementerian, pemerintah daerah, asosiasi pengembang, hingga pelaku
industri perbankan.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Pemerintah Provinsi Jawa
Barat, Badan Pusat Statistik, jajaran manajemen bank bjb, asosiasi pengembang
perumahan, serta 195 pelaku UMKM dari berbagai sektor.
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan
bahwa Kredit Program Perumahan (KPP) tidak hanya berfungsi sebagai instrumen
pembiayaan rumah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
“Kredit Program Perumahan bukan hanya
soal rumah. Program ini kami dorong untuk menggerakkan ekonomi masyarakat,
membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kapasitas UMKM agar dapat tumbuh dan
naik kelas,” ujar Maruarar.
Dalam kesempatan tersebut, Maruarar
juga mengapresiasi kinerja bank bjb yang berhasil mencatatkan realisasi KPP
tertinggi dalam satu acara. Bank bjb membukukan pipeline pembiayaan KPP sebesar
Rp70,8 miliar dengan 109 debitur.
“Ini menunjukkan komitmen nyata
perbankan daerah dalam mendukung program perumahan nasional sekaligus penguatan
ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Manajemen bank bjb menyatakan akan
terus memperluas pembiayaan KPP, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat
kolaborasi dengan pengembang dan pemerintah daerah guna menciptakan ekosistem
pembiayaan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan.
Selain pembiayaan perumahan, forum ini
juga menjadi sarana literasi keuangan. Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho
memaparkan peran strategis Program Tapera sebagai sumber dana jangka panjang
untuk pembiayaan perumahan rakyat, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun
2016 dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2024.
![]() |
| Bank bjb mendukung penuh program " Rumah Nyaman USaha Berkembang" |
Sementara itu, bank bjb turut
memberikan edukasi terkait Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.
Perwakilan bank bjb, Apsoro, menjelaskan pentingnya menjaga kualitas kredit dan
riwayat pembayaran guna memperbesar peluang akses pembiayaan di masa depan.
Forum ini juga menghadirkan testimoni
debitur UMKM. Salah satunya, Bintang, menyampaikan bahwa dukungan pembiayaan
dari bank bjb membantu pengembangan usaha serta meningkatkan daya saing di era
digital. Menurutnya, bank bjb berperan sebagai mitra strategis dalam mendorong
UMKM untuk “naik kelas”.
Dalam kesempatan yang sama, bank bjb
juga menyalurkan pembiayaan produktif kepada PT Helmindo Pratama Indonesia
dengan total plafon Rp19,3 miliar untuk modal kerja serta tambahan Rp2 miliar
bagi unit produksi, dengan tenor 12–48 bulan.
Selain itu, dilakukan penandatanganan
perjanjian kredit dengan debitur UMKM, antara lain pelaku usaha garment dari
Cabang Majalaya dengan plafon Rp500 juta, serta pengembang PT Bumitama yang
memperoleh fasilitas KPP Supply sebesar Rp5 miliar.
Melalui forum ini, bank bjb menegaskan
posisinya tidak hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai
penggerak kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha. Dengan
mengusung semangat “Rumah Nyaman Usaha Berkembang”, bank bjb optimistis dapat
terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (*/sein).

