Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Cuaca Ekstrem, Warga Jabar Cemas Banjir dan Longsor, DPRD Minta Evaluasi Total Perizinan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:57 WIB Last Updated 2026-01-25T08:03:34Z
Klik
Anggota Komisi IV DPRD Jabar H.Zulkifly Chaniago, BE dari Fraksi Demokrat



BANDUNG, Faktabandungraya,--- Meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir membuat warga di berbagai daerah di Jawa Barat kembali diliputi kekhawatiran akan ancaman banjir dan tanah longsor. Bencana hidrometeorologi yang terus berulang menyebabkan setiap hujan turun selalu dibarengi rasa cemas, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan.


Menanggapi kondisi tersebut, DPRD Jawa Barat menyatakan dukungan terhadap alokasi anggaran sebesar Rp20 miliar untuk program siaga darurat dan reboisasi intensif. Program ini mencakup upaya penanaman pohon dengan melibatkan masyarakat, termasuk skema pemberdayaan ekonomi melalui penggajian warga yang terlibat langsung dalam kegiatan reboisasi.


Anggota DPRD Jawa Barat, Zulkifly, menilai kebijakan tersebut sebagai langkah yang tepat karena tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.


“Program ini baik karena memadukan pemulihan lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi warga. Reboisasi harus melibatkan masyarakat agar hasilnya berkelanjutan,” ujar Zulkifly saat ditemui di Gedung DPRD Jawa Barat, baru-baru ini.


Meski demikian, Zulkifly menegaskan bahwa upaya mitigasi jangka panjang tidak akan berjalan efektif apabila pembangunan di kawasan hulu masih dibiarkan tanpa pengendalian yang ketat. Ia meminta agar seluruh perizinan pembangunan dievaluasi, khususnya di wilayah resapan air seperti kawasan Puncak dan Kawasan Bandung Utara (KBU), yang terus mengalami pertumbuhan vila dan kawasan komersial.


“Kalau hulunya rusak, banjir dan longsor di hilir hanya tinggal menunggu waktu. Karena itu, semua perizinan harus dievaluasi, terutama yang berada di daerah resapan air,” tegas politisi Partai Demokrat tersebut.


Pandangan serupa disampaikan Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan. Ia menilai banjir dan longsor yang kerap melanda Jawa Barat bukan semata-mata disebabkan oleh cuaca ekstrem, melainkan akibat menurunnya daya dukung lingkungan di kawasan hulu.


“Hujan akhir-akhir ini  tidak lagi sama artinya bagi warga Jawa Barat. Di banyak daerah, setiap hujan turun selalu dibarengi kekhawatiran akan banjir, longsor, hingga terputusnya akses,” kata Iwan.


Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan struktural yang berkelanjutan, mulai dari penegakan aturan tata ruang, pengawasan ketat terhadap perizinan pembangunan, hingga pelaksanaan reboisasi secara konsisten.


Menurutnya, keselamatan warga, pemulihan lingkungan, dan stabilitas ekonomi harus berjalan beriringan agar Jawa Barat benar-benar siap menghadapi ancaman bencana yang terus berulang.


“Siaga darurat itu penting, tetapi yang lebih utama adalah mencegah agar bencana tidak terus berulang. Tata ruang harus ditegakkan dan kawasan resapan air wajib dilindungi,” pungkasnya.


Dengan langkah yang terintegrasi antara kebijakan lingkungan dan perlindungan masyarakat, DPRD Jawa Barat berharap upaya mitigasi bencana dapat memberikan rasa aman bagi warga di tengah meningkatnya curah hujan.(/syaf/sein).

×
Berita Terbaru Update