| Potensi Jabar dalam mengembangkan energy terbarukan (foto: dok ist). |
Menurut Zulkifly, Jawa Barat memiliki potensi
sumber energi yang sangat besar dan beragam. Jika potensi tersebut dapat
dimanfaatkan secara optimal, energi terbarukan dari Jawa Barat tidak hanya
mampu memenuhi kebutuhan energi di tingkat daerah, tetapi juga dapat
berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional.
“Potensi energi terbarukan di Jawa Barat sangat
besar. Karena itu perlu didorong melalui kajian yang matang dan program yang
terukur agar dapat menjadi sumber energi alternatif yang efektif,” ujar
Zulkifly saat dimintai tanggapannya terkait pengembangan energi alternatif di
Jawa Barat.
Politisi dari Partai Demokrat tersebut menilai,
pengembangan energi terbarukan merupakan program strategis yang perlu mendapat
perhatian serius dari pemerintah daerah. Pasalnya, program tersebut membutuhkan
dukungan anggaran yang cukup besar serta perencanaan yang tepat agar dapat
memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Ia berharap program pengembangan energi
terbarukan yang saat ini menjadi perhatian pemerintah daerah dapat berjalan
dengan baik dan memberikan hasil nyata bagi pembangunan daerah.
“Program ini penting karena selain mendukung
kebutuhan energi, juga menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan
pembangunan,” katanya.
Zulkifly menjelaskan, Jawa Barat memiliki
potensi energi terbarukan yang sangat melimpah, bahkan diperkirakan mencapai
sekitar 192 gigawatt ekuivalen. Potensi tersebut menjadikan Jawa Barat sebagai
salah satu daerah yang berpeluang besar menjadi tulang punggung energi hijau di
Indonesia.
Beberapa sumber energi terbarukan yang dinilai
memiliki potensi besar di Jawa Barat antara lain energi panas bumi, energi air
melalui pembangkit listrik tenaga air (PLTA), energi surya melalui pembangkit
listrik tenaga surya (PLTS), serta energi biomassa dan angin.
Selain itu, komitmen pemerintah daerah dalam
mendorong bauran energi bersih juga terus meningkat. Pada 2023, bauran energi
terbarukan di Jawa Barat tercatat telah mencapai lebih dari 25 persen.
Menurut Zulkifly, apabila seluruh potensi energi
terbarukan tersebut dapat dikelola dan dioperasikan secara optimal, maka Jawa
Barat berpeluang memberikan kontribusi besar terhadap kebutuhan energi
nasional.
“Jika potensi energi terbarukan ini dimanfaatkan
secara maksimal, Jawa Barat berpotensi menyumbang hingga sekitar 20 persen
kebutuhan energi nasional,” pungkasnya.(syaf/sein).