Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pancasila Pemersatu Bangsa : Perekat Bangsa dan Warisan Besar Bung Karno untuk Perdamaian Dunia

Kamis, 04 Juni 2026 | 08:37 WIB Last Updated 2026-06-04T01:37:52Z
Klik
Anggota DPRD Jabar H.Zulkifly Chaniago,BE dari Fraksi Demokrat



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA — Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026 kembali menjadi momentum penting untuk merefleksikan arah perjalanan bangsa Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Tema tersebut menegaskan bahwa Indonesia dibangun di atas fondasi nilai luhur persatuan, kemanusiaan, keadilan sosial, musyawarah, dan ketuhanan yang menjadi kekuatan utama bangsa sejak kemerdekaan hingga saat ini.

Anggota DPRD Jawa Barat H. Zulkifly Chaniago, BE dari Fraksi Partai Demokrat menegaskan, Pancasila bukan sekadar simbol negara ataupun hafalan dalam ruang pendidikan formal. Lebih dari itu, Pancasila merupakan ideologi hidup (living ideology) yang harus hadir dalam setiap perilaku, pola pikir, dan tindakan masyarakat Indonesia.

“Pancasila bukan hanya untuk diucapkan, tetapi harus menjadi pedoman dalam bersikap, bekerja, berkarya, dan membangun kehidupan berbangsa yang lebih baik,” ujar Zulkifly Chaniago, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, hingga maraknya penyebaran hoaks dan polarisasi sosial di ruang publik, nilai-nilai Pancasila justru semakin relevan untuk dijadikan pegangan moral bangsa.

Ia menilai keberagaman suku, agama, ras, dan budaya yang dimiliki Indonesia bukanlah titik lemah, melainkan kekuatan besar yang harus terus dijaga melalui semangat toleransi, gotong royong, dan persatuan nasional.

“Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk terpecah. Justru keberagaman adalah kekuatan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki banyak negara lain di dunia,” katanya.

Politisi senior Partai Demokrat Jawa Barat itu juga mengajak generasi muda agar tidak tercerabut dari akar sejarah bangsa. Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga nilai-nilai Pancasila di tengah perubahan zaman yang serba cepat.

“Generasi muda harus menjadi garda terdepan menjaga Pancasila. Karena tantangan bangsa hari ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga ancaman terhadap persatuan, etika sosial, dan identitas kebangsaan,” tegasnya.

Secara historis, Hari Lahir Pancasila merujuk pada pidato monumental Ir. Soekarno dalam Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Dalam pidato berjudul “Lahirnya Pancasila”, Bung Karno menyampaikan lima dasar negara yang kemudian menjadi fondasi berdirinya Republik Indonesia.

Pidato tersebut menjadi salah satu tonggak terpenting dalam sejarah bangsa, karena dari gagasan itulah lahir ideologi pemersatu yang mampu menjaga Indonesia tetap utuh di tengah keberagaman.

“Tahun ini kita memperingati 81 tahun Hari Lahir Pancasila. Delapan dekade lebih Pancasila menjadi rumah besar bangsa Indonesia, menjadi perekat persaudaraan, sekaligus penuntun arah perjalanan negara,” ungkapnya.

Ia menambahkan, di tengah ketegangan geopolitik dunia, konflik antarnegara, hingga krisis kemanusiaan global yang masih terjadi di berbagai belahan dunia, Pancasila juga memiliki pesan universal tentang perdamaian dan keadilan sosial.

Karena itu, menurutnya, nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan bagi Indonesia, tetapi juga dapat menjadi inspirasi moral bagi terciptanya ketertiban dan perdamaian dunia.

“Hari Lahir Pancasila bukan hanya seremoni tahunan. Ini adalah pengingat bahwa bangsa Indonesia memiliki warisan besar yang harus dijaga bersama,” pungkasnya. (*/red)

×
Berita Terbaru Update