Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Menaker Yassierli: Tata Kelola Kuat Jadi Kunci Layanan Ketenagakerjaan yang Tepat dan Berdampak

Rabu, 03 Juni 2026 | 20:13 WIB Last Updated 2026-06-03T13:13:24Z
Klik
Yassierli bersama peserta Strategi Penguatan Tata Kelola dan Akuntabilitas Kinerja di Jakarta, Rabu (3/6/2026).



JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan penguatan tata kelola pemerintahan menjadi fondasi utama dalam menghadirkan layanan ketenagakerjaan yang lebih efektif, profesional, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, berbagai persoalan pembangunan nasional pada akhirnya bermuara pada isu ketenagakerjaan. Karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dituntut mampu menghadirkan solusi nyata melalui program yang tepat sasaran dan didukung sistem birokrasi yang akuntabel.

“Ujung dari berbagai persoalan pembangunan sering kali bermuara pada isu ketenagakerjaan. Karena itu, Kemnaker harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Yassierli saat memberikan arahan terkait Strategi Penguatan Tata Kelola dan Akuntabilitas Kinerja di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Arahan tersebut disampaikan dalam upaya meningkatkan capaian Reformasi Birokrasi, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), serta pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan Kemnaker.

Yassierli menjelaskan, ruang lingkup tugas Kemnaker sangat luas dan strategis, mulai dari penyiapan tenaga kerja kompeten, perluasan kesempatan kerja, perlindungan pekerja, hingga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.

Karena itu, penguatan tata kelola organisasi menjadi langkah penting agar setiap program ketenagakerjaan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Salah satu fokus utama Kemnaker saat ini adalah memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui perluasan pelatihan vokasi. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapan kerja lulusan SMA dan SMK sekaligus menyesuaikan kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri.

Selain memperkuat pelatihan, Kemnaker juga terus mengoptimalkan layanan penempatan tenaga kerja dan memperluas kesempatan kerja agar lulusan pelatihan lebih cepat terserap pasar kerja.

Dalam mendukung transformasi layanan publik, Kemnaker juga melakukan evaluasi terhadap berbagai regulasi yang dinilai menghambat efektivitas pelayanan. Penyederhanaan aturan dilakukan agar kebijakan ketenagakerjaan lebih adaptif terhadap dinamika dunia usaha dan kebutuhan masyarakat.

“Berbagai ketentuan terus ditinjau agar lebih sederhana, efektif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha,” kata Yassierli.

Di sisi internal organisasi, Kemnaker juga memperkuat kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui pengembangan modul pembelajaran berbasis standar kompetensi jabatan. Program tersebut disusun bertahap sesuai jenjang karier guna meningkatkan profesionalisme aparatur.

Transformasi organisasi turut diperkuat melalui pengawasan internal berbasis risiko dan peningkatan fungsi investigasi untuk memastikan tata kelola organisasi berjalan lebih transparan dan akuntabel.

Yassierli bersama peserta Strategi Penguatan Tata Kelola dan Akuntabilitas Kinerja di Jakarta,



Selain itu, pembangunan sistem data terintegrasi juga menjadi perhatian utama Kemnaker dalam mendukung penyusunan kebijakan yang lebih akurat dan tepat sasaran.

“Data menjadi fondasi untuk melihat persoalan secara utuh, melakukan evaluasi program, sekaligus menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi menambahkan, penguatan tata kelola dan akuntabilitas kinerja merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi sepanjang 2025 harus menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat efektivitas program sekaligus memastikan setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semua tantangan yang dihadapi harus menjadi pembelajaran untuk memperbaiki tata kelola organisasi dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program,” ujar Cris.

Melalui reformasi tata kelola, penguatan SDM, serta transformasi layanan berbasis data, Kemnaker berharap mampu membangun sistem ketenagakerjaan yang lebih responsif, modern, dan mampu menjawab tantangan dunia kerja di masa depan. (*/red).
×
Berita Terbaru Update