Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Wali Kota Bandung Tekankan Literasi Keuangan sebagai Fondasi Kebebasan Finansial dan Ketahanan Ekonomi

Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:21 WIB Last Updated 2026-01-26T15:31:06Z
Klik
Walikota Andung M Farhan dalam seminar Kebebasan Finansial melalui Entrepreneuship dan Bisnis di IKA Unpad Bandung



BANDUNG, Faktabandungraya,--- Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kebebasan finansial sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya kelas menengah dan generasi produktif. Hal tersebut disampaikannya dalam Seminar Kebebasan Finansial Melalui Entrepreneurship dan Bisnis yang diselenggarakan Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) di Graha Sanusi, Sabtu (24/1/2026).

Farhan menyampaikan bahwa kebebasan finansial tidak dapat dicapai secara instan tanpa pemahaman yang memadai mengenai pengelolaan keuangan, perencanaan jangka panjang, serta pemilihan instrumen investasi yang tepat.

“Kebebasan finansial tidak didapatkan dengan cara yang bebas. Kebebasan finansial harus diawali dengan literasi finansial yang kuat. Tanpa itu, seluruh upaya ekonomi tidak akan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Farhan.

Ia mendorong para profesional dan pelaku usaha untuk sejak dini menyiapkan strategi keuangan pasca-masa produktif, baik melalui pengembangan kewirausahaan maupun pengelolaan portofolio investasi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Menurut Farhan, kemampuan mengelola tabungan dan aset menjadi kunci agar pendapatan tidak habis dalam jangka pendek, sekaligus mampu menciptakan warisan finansial bagi generasi selanjutnya. Hal ini penting mengingat produktivitas individu memiliki batas waktu.

“Produktivitas tidak berlangsung selamanya. Karena itu, diperlukan strategi ekonomi agar seseorang tetap memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan,” katanya.

Dalam konteks kebijakan pemerintah daerah, Farhan juga memaparkan bahwa tingkat kemiskinan di Kota Bandung menunjukkan tren penurunan. Pada semester pertama tahun 2025, angka kemiskinan tercatat sebesar 3,78 persen atau sekitar 99 ribu jiwa. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa garis kemiskinan mengalami kenaikan seiring meningkatnya biaya hidup.

“Untuk dikategorikan miskin, pendapatan minimum saat ini sekitar Rp644.000 per bulan. Artinya, daya beli harian masyarakat berada di kisaran Rp35.000,” jelasnya.

Farhan bersama IKA Upad 

Farhan menilai, kondisi tersebut menjadikan edukasi literasi keuangan semakin relevan, terutama di tengah tantangan menurunnya daya beli, meningkatnya risiko kelumpuhan finansial individu, serta perubahan struktur ketenagakerjaan yang ditandai dengan dominasi sektor informal dan gig worker.

Ia menambahkan, penguatan kelas menengah menjadi agenda penting pemerintah daerah karena berperan besar dalam menjaga stabilitas ekonomi dan pertumbuhan konsumsi.

“Kelas menengah harus kuat secara finansial. Kunci kekuatan tersebut adalah kebebasan finansial yang dibangun melalui literasi, perencanaan, dan akses terhadap produk keuangan yang sehat,” tuturnya.

Sementara itu, kehadiran perwakilan sektor perbankan dan industri jasa keuangan dalam seminar tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan dalam mendorong inklusi serta literasi keuangan masyarakat. Farhan berharap forum ini dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota Bandung, termasuk sebagai bahan edukasi bagi aparatur sipil negara yang memasuki masa pensiun.

Seminar tersebut dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Rini Widyantini, Ketua Dewan Pembina IKA Unpad Burhanuddin Abdullah, Ketua Dewan Penasihat IKA Unpad Omay K. Wiratmaja, pimpinan Universitas Padjadjaran, serta sejumlah pemangku kepentingan dari sektor perbankan dan jasa keuangan nasional.

Turut hadir Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor, jajaran direksi PT Taspen, PT Bank Negara Indonesia (BNI), PT Samuel Aset Manajemen, serta perwakilan alumni dan akademisi Universitas Padjadjaran. Seminar Kebebasan Finansial Melalui Entrepreneurship dan Bisnis juga dapat disaksikan kembali melalui kanal YouTube resmi IKA Unpad. (ray/red).

×
Berita Terbaru Update