Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bendung Walahar Masih Jadi Penopang Irigasi Karawang, DPRD Jabar Dorong Perbaikan Jaringan

Minggu, 25 Januari 2026 | 00:57 WIB Last Updated 2026-01-24T17:57:22Z
Klik
Anggota Pansus XI DPRD Jabar Drs.H. Daddy Rohanady di bendung Walahar Karawang (foto:istagramKDR)



BANDUNG, Faktabandungraya,--- Bendung Walahar yang terletak di Kabupaten Karawang hingga kini masih memegang peran strategis dalam menopang kebutuhan air irigasi bagi persawahan. Keberadaan bendung tersebut dinilai sangat vital, mengingat Karawang sejak puluhan tahun lalu dikenal sebagai salah satu daerah penghasil padi nasional dengan hamparan sawah yang luas dan sistem irigasi yang memadai.

Anggota Panitia Khusus (Pansus) XI DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra, Drs. H. Daddy Rohandy, membenarkan bahwa pihaknya bersama Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Jawa Barat belum lama ini melakukan kunjungan lapangan ke Bendung Walahar. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi bendung sekaligus mengevaluasi fungsinya dalam mendukung kebutuhan air pertanian di Karawang.

“Alhamdulillah, Bendung Walahar sampai saat ini masih menjadi penyuplai utama kebutuhan air bagi lahan pertanian di Karawang. Namun memang ada sejumlah hal yang perlu segera dibenahi, terutama jaringan irigasi,” ujar Daddy Rohandy—yang akrab disapa Kang Daddy Rohandy (KDR)—saat dihubungi, Sabtu (24/1/2026).

Menurut KDR, dari hasil peninjauan lapangan ditemukan sejumlah jaringan irigasi yang mengalami kerusakan, termasuk kondisi pintu-pintu air yang sudah tidak optimal. Oleh karena itu, ia meminta DSDA Jawa Barat untuk segera melakukan perbaikan agar distribusi air ke area persawahan tetap berjalan maksimal.

“Saya sebagai anggota Pansus XI sekaligus anggota Komisi IV DPRD Jabar meminta Dinas SDA Jabar agar segera memperbaiki jaringan irigasi dan pintu air yang sudah mulai rusak. Ini penting untuk menjaga produktivitas pertanian,” tegasnya.

KDR juga menyoroti terus berkurangnya luas lahan pertanian di Kabupaten Karawang dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini, luas lahan sawah di Karawang diperkirakan hanya tersisa sekitar 86 ribu hektare. Penyusutan tersebut disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi kawasan perumahan, industri, dan perkantoran komersial.


KDR memperlihatkan Aliran air  dari Bendung Walahar Kab.Karawang (foto:istagramKDR)

 
“Akibat alih fungsi lahan yang masif, Karawang kini sudah tidak lagi menjadi lumbung pangan nasional utama. Posisi tersebut saat ini bergeser ke Kabupaten Indramayu dengan luas sawah mencapai sekitar 126 ribu hektare,” ungkapnya.


Meski demikian, KDR menegaskan bahwa Provinsi Jawa Barat secara keseluruhan masih berstatus sebagai lumbung pangan nasional. Hal itu karena total luas lahan pertanian di Jawa Barat masih jauh lebih besar dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. (sein).

“Sebagai provinsi penyuplai pangan nasional terbesar, masyarakat Jawa Barat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan, khususnya beras. Terlebih pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo melalui Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan produksi pangan nasional,” pungkasnya. 

Dengan berbagai upaya tersebut, KDR optimistis target Indonesia untuk mewujudkan swasembada pangan dapat segera tercapai. (sein)


×
Berita Terbaru Update