Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Farhan Ultimatum Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Selesaikan Galian Utilitas di Bandung sebelum 12 Maret

Minggu, 08 Maret 2026 | 23:14 WIB Last Updated 2026-03-08T16:14:52Z
Klik
Masih nampak kabel optip yang belum diberisin oleh pihak Jatel


BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta penyedia jaringan telekomunikasi segera menuntaskan pekerjaan galian utilitas di sejumlah ruas jalan milik Provinsi Jawa Barat yang berada di wilayah Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung memberikan tenggat waktu hingga 12 Maret 2026 agar seluruh pekerjaan tersebut dapat diselesaikan.

Farhan secara khusus meminta Telkom Indonesia dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) untuk mempercepat proses pengerjaan serta merapikan kembali kondisi trotoar yang sebelumnya digali untuk pemasangan infrastruktur jaringan.

Ia juga meminta Apjatel menyampaikan informasi secara terbuka kepada masyarakat mengenai titik-titik pekerjaan yang telah selesai maupun lokasi yang masih dalam proses perbaikan.

Menurut Farhan, pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi memang menjadi kebutuhan penting dalam mendukung aktivitas masyarakat. Namun, proses pengerjaan di lapangan harus dilakukan secara tertib serta memperhatikan kenyamanan dan keselamatan warga.

“Kami mendukung peningkatan infrastruktur, termasuk jaringan telekomunikasi. Namun pekerjaan di lapangan harus dikelola dengan baik. Kami meminta seluruh pekerjaan galian dapat diselesaikan paling lambat 12 Maret sehingga tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Farhan, Minggu (8/3/2026).

Ia menuturkan, galian utilitas yang dibiarkan terlalu lama tanpa penyelesaian dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari kemacetan lalu lintas hingga potensi bahaya bagi pejalan kaki, terutama karena banyak pekerjaan dilakukan di area trotoar.

Karena itu, Farhan menekankan pentingnya koordinasi yang lebih baik antara penyedia layanan jaringan telekomunikasi dengan Pemerintah Kota Bandung. Koordinasi tersebut diperlukan agar setiap pekerjaan utilitas dapat direncanakan dengan matang dan tidak menimbulkan keluhan dari masyarakat.

“Yang terpenting adalah pekerjaan selesai tepat waktu dan kondisi trotoar dikembalikan seperti semula sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman dan aman,” katanya.

Farhan berharap seluruh pihak yang terlibat dapat mematuhi tenggat waktu yang telah ditetapkan. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur tetap dapat berjalan, sementara kenyamanan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.

“Sekali lagi ini demi kenyamanan masyarakat pengguna jalan dan trotoar,” pungkasnya. (kyy/red).

×
Berita Terbaru Update