![]() |
| Masih nampak kabel optip yang belum diberisin oleh pihak Jatel |
Farhan secara khusus meminta Telkom
Indonesia dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) untuk
mempercepat proses pengerjaan serta merapikan kembali kondisi trotoar yang
sebelumnya digali untuk pemasangan infrastruktur jaringan.
Ia juga meminta Apjatel
menyampaikan informasi secara terbuka kepada masyarakat mengenai titik-titik
pekerjaan yang telah selesai maupun lokasi yang masih dalam proses perbaikan.
Menurut Farhan, pembangunan
infrastruktur jaringan telekomunikasi memang menjadi kebutuhan penting dalam
mendukung aktivitas masyarakat. Namun, proses pengerjaan di lapangan harus
dilakukan secara tertib serta memperhatikan kenyamanan dan keselamatan warga.
“Kami mendukung peningkatan
infrastruktur, termasuk jaringan telekomunikasi. Namun pekerjaan di lapangan
harus dikelola dengan baik. Kami meminta seluruh pekerjaan galian dapat
diselesaikan paling lambat 12 Maret sehingga tidak terus mengganggu aktivitas
masyarakat,” ujar Farhan, Minggu (8/3/2026).
Ia menuturkan, galian utilitas yang
dibiarkan terlalu lama tanpa penyelesaian dapat menimbulkan berbagai dampak
negatif, mulai dari kemacetan lalu lintas hingga potensi bahaya bagi pejalan
kaki, terutama karena banyak pekerjaan dilakukan di area trotoar.
Karena itu, Farhan menekankan
pentingnya koordinasi yang lebih baik antara penyedia layanan jaringan
telekomunikasi dengan Pemerintah Kota Bandung. Koordinasi tersebut diperlukan
agar setiap pekerjaan utilitas dapat direncanakan dengan matang dan tidak menimbulkan
keluhan dari masyarakat.
“Yang terpenting adalah pekerjaan
selesai tepat waktu dan kondisi trotoar dikembalikan seperti semula sehingga
masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman dan aman,” katanya.
Farhan berharap seluruh pihak yang
terlibat dapat mematuhi tenggat waktu yang telah ditetapkan. Dengan demikian,
pembangunan infrastruktur tetap dapat berjalan, sementara kenyamanan dan
keselamatan masyarakat tetap terjaga.
“Sekali lagi ini demi kenyamanan
masyarakat pengguna jalan dan trotoar,” pungkasnya. (kyy/red).
