Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Anggaran Dipangkas, BLK Mandiri Disnakertrans Jabar Turunkan Target Peserta Pelatihan

SUMEDANG, Faktabandungraya.com,--- Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Jawa Barat melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Mandiri pada tahun 2020 ini terpaksa menurunkan jumlah peserta pelatihan menjadi 680 peserta dari tahun sebelumnya (2019) mencapai 850 sampai 900 perserta. Hal ini, seiring dengan adanya pemangkasan besaran anggaran APBD untuk BLK Mandiri.

Menurut Kepala BLK Mandiri Disnakertrans Jabar, Hj. Rina Puspita Nurhayati, sektor pelatihan MTU (Mobile Training Unit) yang paling besar dipangkas anggarannya, yaitu dari 15 kegiatan tahun 2019 menjadi 8 angkatan; sektor Kepariwisataan sebanyk 4 angkatan; Unit Usahanya ada 10 dan Transloknya ada 3 pelatihan. Sehingga dengan terpaksa target jumlah peserta yang dilatih kita turunkan menjadi sebanyak 680 orang.

Hal ini dikatakan Hj. Rina Puspita Nurhayati kepada faktabandungraya.com, usai acara penutupan Pelatihan Peningkatan Ketrampilan Kerja Mandiri Peningkatkan SDM Pariwisata, di Kampung Wisata Nabwadatala Desa Citengah Kec. Sumedang Selatan Kab. Sumedang, Sabtu (29/2-2020).

Kegiatan pelatihan Kepariwisataan bagi masyarakat Citengah diikuti sebanyak 20 peserta, yang dilaksanakan sejak 26 sampai 29 Februari 2020, dimana pada hari ini Sabtu, kegiatan patihan ditutup langsung pak Kadisnakertrans Jabar M. Ade Afriandi, ujar Rina.

Semua peserta yang telah mengikuti pelatihan dan diberikabn sertifikat akan kita evaluasi dan kita berharap mudah-mudahan peserta serakang ini dapat dibantu oleh BUMDes Desa Citengah, ujar Rina.

Saat ditanya terkait jenis pelatihan yang disiapkan oleh BKL Mandiri di tahun 2020 ini, Rina mengatakan, di tahun 2020ini kejuruannya lebih banyak, kalau tahun 2019 kemarin lebih kepada Kuliner, Lastrik, Cattring, Kepriwisataan. Namun sekarang ada Tatarias, Service Kendaraan, Bariesta, termasuk Pemandu wisata; Minat Usaha; Translok sama Star Up dan Kepariwisataan.

Rina menambahkan, dalam menentukan jenis pelatihan itu, tergantung dari permintaan masyarakat dan minat para peserta, jadi kita dari BKL Mandiri hanya sifatnya penyiapkan program pelatihan dan instruktur pelatihnya, termasuk material yang dibutuhkan buat pelatihan. Karena program prioritas BLK Mandiri yaitu pengetasan kemiskinan, jelasnya.

Sementara itu, terkait adanya penurunan anggaran untuk pelatihan Mandiri dan cukup banyaknya permintahan masyarakat untuk mengikuti pelatihan. Rina mengatakan, Disnakertrans Jabar bersama BLK Mandiri akan mencoba berkoordinasi dengan Tim Panitia Anggaran Daerah dan Badan Anggaran DPRD Jabar, agar pada penyusunan APBD Perubahan 2020, mendapatkan tambahan anggaran untuk BLK Mandiri.

“Ya tentunya kita berharap, ada penambahan anggaran buat BLK Mandiri pada APBD Perubahan 2020 mendatang”, tandasnya. (husein).

Posting Komentar

0 Komentar