Antisipasi Virus Covid-19, Sekretariat DPRD Jabar Disemprot Cairan Disinfektan

BANDUNG, Faktabandungaraya.com,--- Seluruh ruangan di lingkungan Sekretariat DPRD Jawa Barat disemprot dengan cairan Disinfektan. Penyemportan ini sebagai antisipasi penyebaran Wabah Corona Virus 2019 (Covid 19).

Menurut Sekrataris Dewan Jabar melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol, H. Yedi Sunardi, SE, MSi, penyemprotan seluruh ruangan dilingkuan Sekretariat DPRD Jabar merupakan salah satu program mendukung antisipasi penyebaran Corona di lingkungan DPRD Jabar.

“Jadi penyemprotan cairan Disinfektan, mengikuti anjuran dan arahan Gubernur Jabar bahwa seluruh ruangan instansi dilingkungan Pemerintahan Provinsi Jabar termasuk Gedung/ Sekretariat DPRD Jabar harus dilakukan sterilisasi dari pandemi penyebaran virus Covid-19”, kata Yedi saat ditemui faktabandungraya.com, disela mengawasi pelaksanaan penyemprotan cairan Disinfektan, Kamis (19/3-2020).

Dikatan kegiatan penyemprotan, di mulai dari lantai II yaitu ruang Pimpinan DPRD Jabar, terus keruangan Sidang Paripurna dan seluruh ruangan lantai II. Setelah itu dilanjutkan, ke lantai I, yaitu ruangan Komisi I sampai V, Ruang para Ketua Fraksi, ruang Pansus, ruang Badan Kehormatan, Ruang BP Perda, Toilet, Ruang Loby Utama, termasuk ruang Wartawan (Pressroom).

Setelah itu baru dilanjutkan ke ruang lantai III dan Lantai IV yang merupakan ruang kerja Anggota Fraksi PDIP, PKS, PKB, Golkar, Gerindra-Persatuan, Demokrat, PAN dan Nasdem-Persatuan Indonesia.

Selanjutnya ke ruang kerja Sekretariat mulai dari lantai I sampai lantai IV termasuk juga besmen (parkir kendaraan) dan kantin DPRD Jabar.

Saat ditanya, apakah penyemprotan ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Jabar ?... menurut Yedi, sebenarnya kita sudah meminta kepada pihak Dinkes Jabar agar gedung DPRD Jabar dilakukkan penyemprotan. Namun, ternyata pihak Dinkes sendiri cukup kewalahan dalam memenuhi permintaan penyemprotan Disinfektan, karena seluruh kantor OPD se Jabar meminta dilakukan penyemprotan.

‘Daripada kita menunggu antrian cukup lama, maka Bagian Umum Sekretariat DPRD Jabar menghubungi pihak ke III yaitu salah satu Perusahaan yang kompeten / memiliki kemampuan dan peralatan serta cairan Disinfektan, ujar Yedi.

Apakah, sejak maraknya penyebaran virus Covid-19 di Jabar, sudah ada karyawan Setwan atau anggota DPRD Jabar yang sudah masuk katagori Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ?.. Yedi mengatakan, sampai saat ini, kita belum menerima laporan. Dan mudah-mudahan jangan sampai ada.

“Kita berharap penyebaran virus Covid-19 di Indonesia secera cepat selesai, agar kehidupan masyarakat bisa berjalan normal seperti sediakala,” tandasnya. (husein).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.