Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Daddy Rohanady : Komisi VI Prihatin, Kantor Cabang Dinas ESDM Belum Punya Kantor Tetap



BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Drs.H. Daddy Rohanady merasa prihatin ketika melakukan kunjungan kerja ke Kantor Cabang Dinas (KCD) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat wilayah V Sumedang.

“Terus terang kita (Komisi IV-red) sempat kaget dan merasa prihatin saat kunker ke KCD ESDM Wilayah V di Jatinangor, Kabupaten Sumedang beberapa waktu lalu, melihat kondisi dan sarana prasarana infrastruktur yang belum representatif”.

Hal ini dikatakan Daro – sapaan – Daddy Rohanady saat dihubungi faktabandungraya.com melalui telepon selulernya, Selasa, (11/8-2020).

Dalam pertemuan tersebut, kita sampaikan ke pimpinan KCD ESDM Wilayah V bahwa sebaiknya mengusulkan ke Dinas ESDM Jabar untuk diprogramkan pembangunan gedung KCD, agar bisa dianggarkan.

Melihat kondisi KCD, saya mengibaratkan seperti, burung yang berpindah dari sangkar yang satu ke sangkar lainnya," ujar Daro.

Lebih lanjut Daro mengatakan, hal serupa juga pernah kita sampaikan dan usulkan, bukan hanya ke Dinas ESDM Jabar saja, tetapi juga ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain yang memiliki UPTD/ KCD. Namun, kita minta juga agar sebelum usulan pembangunan gedung/ kantor, terntunya harus terlebih dahulu sudah ada lahan. Setelah itu, kita dorong agar segera dibuatkan Detail Enginering Design (DED) lalu segera mengusulkan ke DPRD Jabar.

Saat ditanya, terkait anggaran infrastruktur 2020 yang terkuras dan dialihkan untuk mendukung penanganan pandemi covid-19, menurut Daro, bahwa memang benar anggaran infrastruktur 2020 cukup prihatin. Dari usulan anggaran senilai tiga milar lebih setelah mengalami beberapa perubahan anggaran tinggal menyisakan setengahnya.

"Bahkan untuk anggaran pendataan saja tidak kebagian. Dan hanya menyisakan 1,5 M saja," ujarnya.

Kedepannya, kata Daro, meskipun ada beberapa mata anggaran yang dipotong tetap mengedepankan skala prioritas mana yang perlu dipotong mana yang tidak. Sebab, pada dasarnya UPTD tidak akan berani melawan keputusan atau kebijakan dari TAPD.

"Jangan hanya menyerahkan kepada kami didewan untuk menganggarkan ke UPTD, tetapi ditanya dulu ke mereka (UPTD-red)," katanya.

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut, Kepala Cabang Dinas ESDM Wil V, Tedi Ristiadi mengharapkan, pandemi Covid 19 ini berdampak sangat signifikan terhadap penganggaran terutama di cabang dinas.

Pasalnya, banyak kegiatan-kegiatan yang tidak terlaksana lantaran kekurangan anggaran. Karena itu, dirinya berharap agar pandemi ini dapat segera berakhir dan dapat merealisasikan kegiatan seperti biasanya.

"Pada dasarnya kami optimistis situasi akan segera pulih. Dengan begitu kegiatan di cabang dinas kami pun akan berjalan normal kembali," tndasnya. (husein).

Posting Komentar

0 Komentar