Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Memo : Segera Bangun BKT Untuk Atasi Banjir Bekasi

Anggota Komisi IV DPRD Jabar,  H. Memo Hermawan (foto:ist)
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Anggota Komisi IV DPRD Jabar,  H. Memo Hermawan mengatakan, setiap kali hujan turun, apalagi dengan intensitas tinggi dan lama, warga Kecamatan Setu dan Cibitung Kabupaten Bekasi, selalu was-was dan penuh waspada, khawatir akan terjadi banjir dari luapan Kali Sadang.

Sering meluapnya Kali Sadang -Bekasi, tentunya tidak terlepas dari tumpukan sampah-sampah dan terjadi pendangkalan Kali Sadang sendiri.

Mensikapi sering meluapnya Kali Sadang di Bekasi, menurut Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat H. Memo Hermawan mengatakan, salah satu solusinya yaitu harus segera dibangun BKT (Banjir Kanal Timur).

Kali Sadang yang membentang dan melintas ke beberapa wilayah di Kabupaten/kota Bekasi, terutama di wilayah Kecamatan Setu dan Cibitung, sebenarnya telah dibuatkan tanggul-tanggul sebagai upaya menekan agar air Kali Sadang , agar tidak meluap kejalan dan masuk ke perumahan warga. Namun, nyatanya air Kali Sadang saja merembes menembus tanggul-tanggul.

“ Jadi selama belum dibangun BKT, banjir di wilayah Bekasi pasti akan terjadi,” kata Kang Memo--- sapaan--- H. Memo Hermawan saat dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu ( 17/ 7-2021).

 Dikatakan kang Memo, usulan pembuatan BKT untuk atasi banjir dikecamatan Cibitung, sudah pernah disampaikan ke DPRD Jabar dan sudah pernah dibahas dengan OPD terkait, namun,  hingga kini belum dapat direalisasikan.

DPRD Jabar melalui Komisi IV dalam rapat dengan mitra kerja Dinas Sumber Daya Air (SDA), sudah kita sampaikan kondisi Kali Sadang yang menjadi penyebab utama banjir di wilayah Bekasi.  Namun, entah kenapa, hingga kini belum juga direaliasikan, ujar politisi senior PDIP Jabar ini.   

Lebih lanjut Kang Memo mengatakan, sampah menjadi penyebab terhambat dan tersumbatnya kelancaran air Kali Sadang mengalir. 

Sebenarnya di Kabupaten Bakasi, sudah ada contoh Bank Sampah di Perumahan Bekasi Regency II Desa Wanasari yang sudah 4 tahun berjalan. Kecamatan Cibitung membutuhkan bantuan Pemprop Jabar untuk menyediakan incenerator mini.

Kecamatan ini bisa dijadikan pilot projek untuk penanganan sampah oleh masyarakat. Dengan demikian, sebagian sampah bisa ditangani di hulu agar tidak semuanya harus ke TPA atau TPPAS Regional.

Selain itu, penyediaan incinerator mini merpakan salah satu upaya agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarang , apalagi sampah langsung dibuang ke Kali Sadang.  

Setiap hari ada puluhan Ton Sampah yang diangkut ke TPS dan TPA, yang mayoritas berasal dari sampah rumah tangga. Untuk itu, agar sampah rumah tangga ini tidak apalagi dibuang sembarangan, sangat dibutuhkan keberadaan incinerator mini.

Bahkan yang tidak kali pentingnya, ya memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa membuang sampah sembangan menjadi penyebab tersumbatnya saluran air. Disinilah perlu adanya kesadaran masyarakat bahwa sampah yang dibuang ke kali dapat menyumbat aliran kali, sehingga pada saat hujan sering terjadi banjir, tandasnya. (adikarya/husein).