Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Dorong UMKM Go Digital, JNE Hadirkan Goll..Aborasi Bisnis Online Kota Bandung

Kepala Dinas KUK Jabar Drs.Kusmana Hartadji,MM (foto: dok.JNE)
BANDUNG, Faktabadungraya.com,--  Kondisi pendemi covid-19 di Jabar trennya semakin menurun,  seiring dengan itu, pemulihan ekonomi bangsa perlahan mulai bangkit, hal ini tentunya ada pren andil para pelaku UMKM  sebagai pilar kebangkitan ekonomi nasional yang harus dimaksimalkan. Di era industri 4.0, transformasi UKM untuk mampu memanfaatkan sarana digital dinilai esensial.

Menurut Kepala Dinas KUK Jabar, Drs. Kusmana Hartadji, MM, berdasarkan  data dari BPS Jabar, bahwa pada triwulan II perekonomian Jawa Barat naik 6,13% dibandingkan dengan tahun 2020. 

Sektor perekonomian, jasa, dan kesehatan memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi, namun Jawa Barat masih memiliki pekerjaan yang dituntaskan yaitu transformasi digital UMKM. Tercatat dari 4.496.484 UMKM Jawa Barat, sebanyak 3,5 juta UMKM belum go digital.”, ujar Kusmana  mewakili Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada pembuka webinar JNE Goll..aborasi Bisnis Online, Senin (27/09/2021).

Menjawab urgensi ini, JNE sebagai mitra UKM  Bandung mengadakan gelaran webinar JNE Ngajak Online 2021 – Goll…Aborasi Bisnis Online 2021 Kota Bandung. Melalui webinar ini diharapkan UKM di Indonesia, khususnya di Bandung mampu berkembang dan bersaing di dunia digital, baik dalam skala nasional dan global.

Gelaran webinar ini dibuka oleh Atalia Praratya Ridwan Kamil selaku Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat. “Semoga webinar ini memberikan Insight strategi penjualan di era digital untuk meningkatkan potensi UMKM”, kata  Atalia.

Hadir pula Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. “Selamat ulang tahun untuk Kota Bandung yang ke 211. Semoga Kota Bandung di tahun depan semakin hebat, semakin maju dan juga visi misi yang dibawa oleh Kang Oded hari ini terealisasi, yang ujungnya masyarakat menikmati dan merasakan kepemimpinan ini.”, ujar Uu.

Lebih dari 290 pegiat UMKM di Indonesia  dan beberapa media massa hadir pada gelaran ini untuk menyimak tips sukses menjalani bisnis dari para pembicara yang hadir, diantaranya adalah Iyus Rustandi selaku  Branch Manager JNE Bandung, Dewa Eka Prayoga selaku Founder Billionaire Coach ID, dan Meyta Retnayu Lestari, dari Kaynn Craft.

Iyus Rustandi selaku Branch Manager JNE Bandung mengatakan JNE Bandung siap berkolaborasi dengan berbagai pihak terutama UKM Bandung. “Kita menyediakan e-fulfillment, ini jadi salah satu bagian dari upaya kami untuk meningkatkan daya saing teman-teman UKM. 

webinar JNE Ngajak Online 2021 – Goll…Aborasi Bisnis Online 2021 Kota Bandung dipandu Tinus Kusuma dengan narasumber Iyus Rustandi selaku  Branch Manager JNE Bandung, Dewa Eka Prayoga selaku Founder Billionaire Coach ID, dan Meyta Retnayu Lestari, dari Kaynn Craft.

JNE juga memberikan solusi digital payment, kami bekerjasama dengan para fintech. jadi customer saat COD bisa juga melakukan pembayaran dengan dompet digital”, e-fulfillment merupakan suatu layanan yang ditawarkan oleh JNE berupa proses distribusi mulai dari penerimaan, pengepakan, penyimpanan, pengemasan dan pengiriman order produk. 

Tak hanya itu, kata Iyas, JNE kerap melaksanakan giveaway dan cashback berkala berkolaborasi dengan pelanggan UKM di Bandung.

Pandemi COVID-19 sempat berdampak bagi berbagai sektor usaha, hal ini turut dirasakan Meyta  Retnayu Lestari yang merintis Kaynn craft sejak 2011, lulusan seni rupa ITB ini mengungkap bisnisnya mulai terdampak pandemi sejak September 2020. 

“Awal 2020 sampai bulan Juli sama sekali belum terdampak, masih bisa dikatakan stabil. Goyah di September”. Goyahnya Kaynn Craft  kala itu menjadi dorongan bagi Meyta untuk memperdalam digitalisasi bisnisnya.

“Di 2020 kita bekerja sama dengan sebuah digital agency untuk ads. Di 2021 awal kita sudah mulai stabil lagi. Saya kebantu banget dari ads.”, ujar Meyta. 

Ia mengakui denga menggunakan jasa digital agency bisa menjadi solusi bagi para UMKM yang masih konvensional, selain menghemat waktu, hal ini dianggap lebih efektif untuk menaikkan penjualan secara langsung.

Tak hanya itu, Meyta menilai saat ini service yang baik menjadi value lebih yang dipertahankan bisnisnya. Dengan after sales yang ditawarkan seperti refund, tukar ukuran, dan tukar warna, membuat para pelanggan betah atau repeat order di toko online-nya.

Namun bagi Meyta, pandemi tidak menjadi penghambat untuk terus berinovasi. Memang, dirinya sempat kesulitan mendapatkan bahan baku dari luar negeri, Meyta memilih untuk meneruskan produksi dengan bahan baku yang mudah didapat. Kanvas menjadi bahan yang dipilih Meyta saat itu, berbagai variasi produk dan kustomisasi menjadi hal yang terus dijalankan Meyta untuk mempertahankan pelanggannya.

Saat ini Kaynn Craft sudah menjalani bisnisnya 90% secara online, baik melalui sosial media dan e-commerce. Baginya perubahan customer behaviour yang ada secara otomatis menjadi pendorong bagi para pelaku usaha untuk mampu beradaptasi di ranah online.

Sementara  Dewa Eko Prayogo,  mengatakan sebagai pelaku UMKM, kita harus mempersiapkan mental (Mentalitas Enterpreneur) dan seorang pengusaha wajib memiliki mindset yang bertumbuh, suka dengan tantangan, dan berusaha lebih dari apa yang orang-orang lakukan.

Sedangkan untuk memanangkan pasar, Dewa menilai perlunya UMKM mengembangkan strategi digital yang komprehensif, tak hanya soal produk, namun juga dalam konteks value proposition atau penempatan nilai.

“Value ini sebenarnya adalah keinginan kita men-deliver sebuah nilai yang berbeda dari orang lain yang bisa men-solve permasalahan dari pasar. Pada dasarnya carilah produk  untuk market-mu, bukan cari pasar untuk produkmu. Buatlah produk yang tidak sekedar produk tapi punya value.”

Dewa  juga menghawatirkan banyak pelaku UMKM yang tak memperhatikan pentingnya value dalam bisnis yang unik dan berbeda, “Banyak UMKM yang terlalu focus pada produknya, padahal yang perlu kita ingat pada dasarnya orang tidak hanya membeli produk, tapi value. Value ini dikemas dalam branding. Yang cukup challenging adalah kalau ingin menang di persaingan, ya tentang brand nya sendiri. Ini yang dinamakan unique value proposition. 

“Coba inovasikan tidak hanya sekedar produk tapi juga di branding-nya.”, ujar Dewa.

Sebagai informasi, Bandung merupakan kota ke-49 dari gelaran webinar JNE Ngajak Online 2021 – Goll…Aborasi Bisnis Online 2021 yang sebelumnya telah dilakukan di Banjarmasin. Gelaran webinar ini turut hadir dalam rangka memperingati hari jadi kota Bandung yang ke- 211 pada 25 September 2021.  

Setelah Kota Bandung, gelaran roadshow ini akan kembali hadir di Kota Palu pada 29  September 2021. Roadshow di 60 kota di seluruh Indonesia, JNE Ngajak Online 2021 dimulai pada 26 Januari 2021 di Samarinda dan akan berakhir pada 29 Desember 2021 di Ternate. (rls/sein)