Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Percepatan Vaksinasi Menunjang PTM Terbatas Dengan AKB

Kadisdik Jabar, Dedi Supandi berbincang dengan pelajar SMKN Indrmayu (Foto:dok.Istimewa) 
INDRAMAYU, Faktabandungraya.com,--- Menjelang akan dibukanya Pembelajaran Tatap Muka, pada 8 September 2021, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan cukup gencar melakukan vaksinasi massal pelajar. 

Menurut Kadisdik Jabar Dedi Supandi yang juga Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Jabar.  Kegiatan vaksinasi bagi kalangan pelajar sebagai upaca dari percepatan untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM). 

"Ada vaksinasi untuk para guru, tanaga pendidik dan kependidikan  serta untuk siswa/ pelajar. Ini semua bagian dari percepatan pembelajaran tatap muka,".

Hal ini dikatakan Kadisdik Jabar Dedi Supandi didampingi Wakil Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Jabar, Atalia Praratya dan Bupati Indramayu, Nina Agustina Da'i Bachtiar meninjau kegiatan vaksinasi di SMKN 1 Indramayu dan SMAN 2 Indramayu.

Dikatakannya, sekarang sudah 16 juta vaksinasi. Untuk itu, setiap hari kita lakukan percepatan dan angkanya naik terus. Dari awal sekitar 200 ribu, ditambah vaksinasi massal kemarin (gebyar vaksinasi) sudah di 464 ribu per hari," tutur Kadisdik.

Setelah tercapainya percepatan vaksinasi ini, lanjut Kadisdik, sekolah sudah mulai bisa melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Namun, sekolah wajib menyediakan dua layanan, yaitu PTM dan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Tetapi bila ada kebijakan dari bupati, pemerintah provinsi atau pemerintah pusat tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), PTM berhenti sementara sesuai kebijakan tersebut.

Pelajar SMKN Indramayu sedang di vaksin ( foto:dok istimewa)
"Jika melihat kondisi sekarang yang ada di Jabar, Alhamdulillah semuanya ada di level 2 dan 3. Maka, kita putuskan PTM dibuka awal September. Jadi, Senin depan sudah bisa dilakukan tatap muka," jelas Kadisdik.

Kondisinya, jelas Kadisdik, diatur kebijakan sekolah. "Harus ditegaskan, PTM ini adalah PTM terbatas dengan adaptasi kebiasaan baru (AKB). Harus tetap pakai masker, ditunjang sarana AKB lainnya. Yang mengatur semua pihak sekolah. Jika di sekolah ada kasus, dihentikan sementara. Sekolah akan menangani kasusnya," tegas Kadisdik.

Ciptakan Herd Immunity

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Jabar, Atalia Praratya. Atalia mengungkapkan, vaksinasi khusus untuk pelajar sudah dilakukan maksimal. "Saya memberikan apresiasi, khususnya kepada SMKN 1 Indramayu yang hari ini telah melaksanakan vaksinasi secara kondusif," ungkapnya. 

Vaksinasi ini, menurut Atalia, kaitannya dengan menciptakan herd immunity secara cepat. "Semua yang kita lakukan saat ini adalah melindungi masyarakat, khususnya pelajar agar bisa segera melaksanakan pembelajaran tatap muka," pungkasnya. (dbs/sein).