Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kusnadi : Mempercepat Pemulihan Ekonomi Dangan Menarik Banyak Investor Berinvestasi di Jabar

Senin, 13 Desember 2021 | 22:36 WIB Last Updated 2021-12-13T15:36:26Z
Klik

Anggota Komisi IV DPRD Jabar H.Kusnadi SIp dari Fraksi Partai Golkar (foto:ahw)

BANDUNG, Faktabandungraya.com,-- Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD Jabar  didukung oleh Pemerintah Pusat dalam berbagai kesempatan terus berupaya mempromosikan potensi dan keunggulan yang terdapat di wilayah Jawa Barat.   Baik dalam kegiatan Nasional maupun International. Hal ini dilakukan untuk menarik minat para investor agar mau untuk berinvestasi di Jabar. 

Anggota DPRD Jabar H Kusnadi, SIp, mengatakan promosi potensi berinvestasi  yang  dilakukan oleh pemerintahan Jabar (Eksekutif bersama Legislataif) sebagai upaya untuk menarik dan mengetuk pintu para investor dari dalam dan luar negeri untuk dapat melihat lebih dekat prospek investasi di Jawa Barat.

Belum lama ini Pemerintah telah menggelar acara West Java Investment Summit (WJIS) 2021 yang salah satu tujuannya untuk menarik para investor dalam negeri juga mancanegara. Dan juga sebagai upaya untuk percepatan pemulihan ekonomi akibat dampak Pandemi Covid-19, kata Kusnadi yang juga anggota Komisi IV DPRD saat ditemui di ruang kerja Komisi IV, Senin (13/12/2021).

Selama pandemic covid-19, hampir dua tahun sector  perekonomian Jabar mengalami kelesuhan, sehingga berdampak terhadap Pendapatan Daerah (PAD). 

Saya setuju apa yang disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Kalau ekonomi Jabar mau bangkit, maka teori pemilihan ekonomi kita tidak boleh pakai ekonomi jaga warung. Tunggu orang beli, tapi harus ekonomi door to door, WJIS itu contoh kita proaktif menyebarluaskan (promosi investasi)”, ujar kusnadi menirukan apa yang disampaikan Gubernur Jabar dalam acara WJIS.

Untuk mendorong agar para investor semakin tertarik untuk berinvestasi di Jabar, DPRD Jabar bersama Pemprov Jabar telah membuat regulasi berupa Perda yang dapat dijadikan payung hukum bagi pemerintah dan para investor.

 Politisi senior Partai golkar Jabar ini mengungkapkan, saat ini total investasi yang masuk ke Jabar sebesar Rp 28,2 triliun dalam bentuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan untuk Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 44,3 triliun.

“Alasan para investor ingin berinvestasi di Jabar, salah satunya karena infrastruktur di Jabar yang baik dan tingkat produktivitas masyarakat Jabar juga sangat baik,” ungkapnya.

Oleh karena legislator di Jabar ini berharap, agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) bisa terus mengembangkan berbagai potensi daerah dan pokus terhadap program unggulan guna membangun Jabar, pasalnya pembangunan infrastruktur menjadi daya tarik tersendiri.

Selain itu, Kusnadi minta agar Pemprov bisa memanfaatkan iklim investasi di Jabar yang terbilang sangat baik ini, target pembangunan infrastruktur yang baik, menjadi daya tarik tersendiri dan ini kesempatan yang bagus guna mendongkrak prekonomian di Jabar,ujarnya. 

Lebih lanjut Kusnadi mengatakan, saat ini Jawa Barat sudah ada 7 ekonomi baru. Ketujuh pengembangan itu merentang dari investasi hingga pariwisata lokal.

Adapun ke-7 ekonomi baru tersebut terdiri dari pertama menjadi pusat destinasi investasi ASEAN, kedua kedaulatan pangan, ketiga investasi di bidang kesehatan, keempat ekonomi 4.0, kelima ekonomi digital, keenam ekonomi hijau dan terakhir pariwisata lokal.

Tidak hanya itu, DPRD Jabar juga mendukung pembangunan Kawasan Cirebon, Kertajati, Patimban (Rebana) untuk dikembangkan menjadi kawasan Metropolitan Baru, dengan jumlah proyek yang ditawarkan kepada investor sebanyak 81 proyek dengan nilai sekitar Rp.400 triliun kepada investor dari Timur Tengah. 

Rebana Metropolitan merupakan wilayah utara/timur laut Provinsi Jabar yang meliputi tujuh daerah, yakni Kabupaten Sumedang, Majalengka, Cirebon, Subang, Indramayu, dan Kuningan, serta Kota Cirebon.

Dua kawasan industri Rebana yang akan ditawarkan ke investor Timur Tengah adalah pengembangan aerocity di Majalengka dan investasi di bekas tanah PT RNI di Subang.

Untuk lebih banyak menarik investor asing, Jabar kini juga tengah menuntaskan proyek Tol Cisumdawu yang akan jadi akses penunjang menuju Bandara International Jawa Barat (BIJB). Tol Cisumdawu ditargetkan rampung akhir tahun 2021, tandasnya. (adikarya/husein).

×
Berita Terbaru Update