Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Syamsul Bachri : Mendukung Program Agroforesty Dalam Mengatasi Lahan Kritis di Jabar

Senin, 23 Mei 2022 | 23:34 WIB Last Updated 2022-05-23T16:34:58Z
Klik

Pemprov Jabar melalui Dinas Kehutanan bersinargi dengan BPDAS Citarum menanam pohon produktif di lahan kritis di kawasan DAS Citarum (foto:dok.ist)
 

BANDUNG, Faktabandungraya.com,-- DPRD Jabar mendukung program Agroforesty yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat  dalam mengatasi lahan kritis.  Hal ini karena ada ribuan lahan di Jabar sudah dalam kondisi kritis.

Kondisi lahan kritis sudah dalam kondisi mengkhawatirkan, ini akibat alih fungsi lahan dan penggundulan hutan. Hal ini tentunya tidak boleh dibiarkan karena akan berdampak  bencana alam tanah longsor dan banjir.  

Menurut Anggota Komisi II DRD Jabar, H.Syamsul Bachri dari Fraksi PDIP, kerusakan lahan kini sudah sangat mengkhawatirkan,  bahkan akibat kerusakan di kawasan hulu sungai tentunya semakin berkurang tutupan lahan, sehingga resapan air tidak terjadi dengan semestinya.

Kerusakan lahan yang kritis, harus segera dan terus diatasi, diantara dengan mereboisasi di hulu dan larangan pembukaan lahan untuk keperluan apapun, kata Syamsul Bachri saat hubungi, Senin (23/5-2022).

Dikatakan di provinsi Jabar sendiri, lahan dalam kondisi kritis ada ribuan hektar terutama di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu DAS Citarum, Cimanuk, Cisadane, Cisanggarung dan Cilaki.

Untuk itu, Pemerintah pusat melalui Kementerian LHK dan Pemprov Jabar melalui Dinas terkait terus berupaya mengatasi lahan kritis di Jabar. Bahkan, upaya Pemprov Jabar  melalui program Agroforesty.

Program Agroforesty merupakan salah satu upaya mengatasi lahan kritis, karena dalam program ini mengkombinasikan penggunaan lahan dengan pepohonan keras dan tanaman pertanian.

Program Agroforestri ini, kita nilai cukup bagus dalam mengatasi lahan kritis, untuk itu Komisi II DPRD Jabar mendukung dan mendorong agar prmptov Jabar untuk melanjutkan program agroforestri, ujar aggota Dewan Jabar dari Dapil Jabar XII(Kab/kota Cirebon-Kab Indraayu) ini.

Ia menambahkan,  untuk sukses program Agroforestrik  tidak memang tidak mudah, dibutuhkan kesadaran dan keseriusan semua pihak. Serta dibutuhkan sinergitas para stakeholder dan harus didukung seluruh komponen masyarakat, ujarnya.

Kerjasama dan sinergitas dalam mengatasi lahan kritis di Jabar, bukan semata tanggungjawab pemerintah tetapi semua stakeholder pemangku kepentingan, termasuk juga komunitas masyarakat yang memang mata pencariannya dari perkebunan dan pertanian dengan tidak merusak lahan hutan.

“Kita berharap,  agar seluruh stakeholder dan komunitas masyarakat bersama-sama menjaga dan memelihara lingkungan secara sadar dan mendukung program pemerintah dalam mengatasi lahan kritis”, tandasnya. (Adip/husein).

×
Berita Terbaru Update